Mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU), kembali memperoleh kesempatan berharga untuk mengembangkan kompetensi dan memperluas wawasan melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Unit Marihat. Kelompok 40 yang terdiri dari Nisa Maulidina Pohan, Maulana Aditia Ridho, Syifa Alowinata, Rivaldo Hasibuan, dan Iqbal Rasyid melaksanakan PKL pada periode 1–31 Juli 2026 dengan komoditi kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendalami teori yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas riset dan pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang dikelola secara profesional.
Pelaksanaan PKL di PPKS Unit Marihat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami secara nyata penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia penelitian dan industri perkebunan. Lingkungan pusat penelitian memberikan ruang belajar yang komprehensif bagi mahasiswa untuk mengenal berbagai aspek pemuliaan dan budidaya kelapa sawit, mulai dari pengamatan karakteristik pohon induk, teknologi laboratorium tepung sari, hingga manajemen pembibitan komersil. Dalam rangka memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, mahasiswa memperoleh pendampingan dan arahan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Nursa'adah, S.ST., M.Agr., serta para pembimbing dan mentor lapangan di PPKS Unit Marihat yang senantiasa membimbing dan memantau keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan selama PKL berlangsung.
Pada divisi Pohon Induk Dura dan Pisifera, mahasiswa mempelajari secara mendalam pengamatan bunga, pembungkusan, penyerbukan buatan, hingga pemanenan. Kegiatan ini memberikan pemahaman yang utuh tentang proses pemuliaan kelapa sawit untuk menghasilkan varietas Tenera yang merupakan hibrida unggul dari persilangan Dura dan Pisifera. Pengalaman belajar secara langsung di area penelitian ini menjadi bekal yang berharga bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya seleksi dan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam menjaga kemurnian genetik dan kualitas benih. Keterlibatan dalam aktivitas pemuliaan juga memungkinkan mahasiswa untuk memahami tantangan dan kebutuhan kompetensi yang berkembang di sektor industri perkebunan kelapa sawit.
Di Laboratorium Tepung Sari, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam serangkaian proses pengolahan polen, mulai dari penerimaan dan ekstraksi, penyaringan dan pengeringan, pengemasan dan penyimpanan polen, pengujian viabilitas, hingga pencampuran dan pelabelan. Teknologi laboratorium yang diterapkan memberikan wawasan tentang pentingnya kualitas polen dalam menunjang keberhasilan program pemuliaan dan produksi benih unggul. Mahasiswa didorong untuk mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan praktik nyata di laboratorium sehingga terbentuk sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, keterampilan, serta kesiapan menghadapi dunia profesional di sektor perkebunan.
Selanjutnya, di Divisi Pembibitan Komersil, mahasiswa mempelajari secara menyeluruh tahapan pembibitan kelapa sawit, meliputi Pre Nursery dan Main Nursery. Kegiatan yang dilakukan mencakup persiapan lokasi pembibitan, persiapan media tanam, persiapan naungan, penanaman kecambah, pemeliharaan bibit, serta Quality Control dan seleksi bibit abnormal. Pengalaman langsung di divisi pembibitan memberikan gambaran nyata tentang bagaimana bibit unggul diproduksi secara massal dengan standar kualitas yang ketat untuk memenuhi kebutuhan perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

Kegiatan Praktik Kerja Lapangan di PPKS Unit Marihat turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 : Tanpa Kelaparan melalui produksi varietas Tenera yang berpotensi menghasilkan produktivitas dan CPO optimal serta penyediaan bibit unggul. Kegiatan ini juga mendukung SDG 8 : Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan agribisnis kelapa sawit yang berkelanjutan, SDG 9 : Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan teknologi laboratorium dalam pengolahan polen, SDG 12 : Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan seleksi, SOP, dan efisiensi penggunaan sumber daya, serta SDG 15 : Ekosistem Daratan melalui praktik pembungkusan bunga yang berperan dalam menjaga kemurnian genetik dan konservasi sumber daya genetik kelapa sawit.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga penelitian, seperti yang terjalin melalui kegiatan PKL di PPKS Unit Marihat, diharapkan terus menjadi jembatan dalam mempersiapkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, terampil, dan siap berkontribusi bagi perkembangan sektor pertanian dan perkebunan Indonesia. Upaya tersebut sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Terima kasih kepada seluruh pimpinan, pembimbing, staf, dan keluarga besar PPKS Unit Marihat atas sambutan, ilmu, pengalaman, dan bimbingan yang telah diberikan selama pelaksanaan PKL berlangsung.