Tapanuli Utara, Sumatera Utara — Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Fakultas Pertanian melaksanakan penelitian mengenai faktor non-genetik yang berkaitan dengan indeks reproduksi induk kerbau pada peternakan rakyat di Kabupaten Tapanuli Utara.

Penelitian berjudul “Determinan Non-genetik Indeks Reproduksi Induk Kerbau: Analisis Simultan pada Peternakan Rakyat Tapanuli Utara” ini dilaksanakan pada 7–10 September 2026 di Kabupaten Tapanuli Utara dan didanai oleh Universitas Sumatera Utara melalui Skema Penelitian Dasar Tahun Pendanaan 2026.

Penelitian diketuai oleh Yusni Khairani Tampubolon, S.Pt., M.Sc., dengan anggota Winda Fransisca Saragih, S.Pt., M.Pt. dan Ir. Achmad Sadeli, S.Pt., M.Sc., IPM, ASEAN Eng. Kegiatan penelitian juga melibatkan tiga mahasiswa peternakan, yaitu Vincent Prince Eden Ambarita, Agustina Uli Siahaan, dan Janrisen Sagala.

Menggali Faktor yang Berkaitan dengan Reproduksi Kerbau Rakyat
Kerbau merupakan salah satu ternak yang memiliki peran dalam sistem peternakan masyarakat di Tapanuli Utara. Efisiensi reproduksi menjadi salah satu aspek penting karena berkaitan dengan keberlanjutan populasi dan produktivitas ternak.

Penelitian ini secara khusus mengkaji faktor-faktor non-genetik yang berpotensi berkaitan dengan indeks reproduksi induk kerbau. Faktor tersebut mencakup karakteristik peternak, karakteristik ternak, sistem pemeliharaan, serta berbagai aspek manajemen reproduksi yang diterapkan pada peternakan rakyat.





Pengumpulan data dilakukan melalui survei dan wawancara menggunakan instrumen penelitian terstruktur kepada peternak di wilayah penelitian. Tim juga mengumpulkan informasi mengenai kondisi pemeliharaan dan riwayat reproduksi induk kerbau sebagai bagian dari penyusunan data penelitian.

Ketua penelitian, Yusni Khairani Tampubolon, menjelaskan bahwa penelitian ini diarahkan untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang berkaitan dengan performa reproduksi kerbau dalam kondisi peternakan rakyat.

“Kondisi reproduksi ternak di tingkat peternak dipengaruhi oleh berbagai aspek. Karena itu, penelitian ini mencoba melihat beberapa faktor non-genetik secara simultan sehingga diperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi reproduksi induk kerbau di Tapanuli Utara,” jelasnya.

Data yang telah dikumpulkan selanjutnya akan dianalisis untuk mengetahui hubungan dan kontribusi berbagai faktor non-genetik terhadap indeks reproduksi induk kerbau. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi basis data ilmiah dan bahan pertimbangan dalam pengembangan strategi manajemen reproduksi kerbau rakyat yang sesuai dengan kondisi lokal.

Melibatkan Mahasiswa dalam Penelitian Lapangan
Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari pelaksanaan penelitian ini. Vincent Prince Eden Ambarita, Agustina Uli Siahaan, dan Janrisen Sagala turut berpartisipasi dalam kegiatan lapangan, mulai dari persiapan instrumen, pengumpulan informasi dari peternak, hingga proses pendataan ternak.





Keterlibatan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam melaksanakan penelitian berbasis masyarakat, khususnya dalam pengumpulan data pada sistem peternakan rakyat.

Mendukung SDGs melalui Penguatan Data Peternakan
Penelitian ini turut mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 2: Zero Hunger, melalui penguatan basis ilmu pengetahuan untuk mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan sistem peternakan.

Penelitian ini juga berkaitan dengan SDG 8: Decent Work and Economic Growth, melalui upaya mendukung efisiensi dan keberlanjutan usaha peternakan rakyat. Selain itu, pengembangan strategi peternakan berbasis data dan pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien sejalan dengan SDG 12: Responsible Consumption and Production.

Melalui penelitian dasar berbasis kondisi lapangan, USU terus mendorong pengembangan ilmu pengetahuan yang tidak hanya menghasilkan data akademik, tetapi juga dapat menjadi dasar bagi pengembangan peternakan rakyat dan pemanfaatan sumber daya ternak secara berkelanjutan di Sumatera Utara.