Deli Serdang, Sumatera Utara — Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Fakultas Pertanian melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Pendanaan 2026 bersama Kelompok Ternak KAPEDO di Desa Glugur Rimbun, Kabupaten Deli Serdang. Program ini didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun Pendaaan 2026.
Program yang mengangkat tema “Biotransformasi Limbah Tanaman Ubi Kayu dan Urin Ternak Ruminansia Kecil Berbasis Integrasi untuk Meningkatkan Produktivitas Kelompok Ternak KAPEDO” ini bertujuan meningkatkan kemampuan kelompok dalam memanfaatkan limbah pertanian dan peternakan yang tersedia di lingkungan usaha.
Kegiatan diketuai oleh Yusni Khairani Tampubolon, S.Pt., M.Sc., bersama anggota Winda Fransisca Saragih, S.Pt., M.Pt. dan Robert Sinaga, S.T.P., M.Si., serta melibatkan mahasiswa Dinda Amelya dan M. Raffi Akbar.
Dalam program tersebut, tim USU memberikan sejumlah sarana dan teknologi tepat guna kepada kelompok mitra, yaitu mesin chopper untuk mencacah limbah tanaman ubi kayu, sarana penampungan urin ternak, tong fermentasi silase, tong fermentasi pupuk organik cair (POC), serta bahan dan peralatan pendukung pengolahan.
Fasilitas tersebut digunakan dalam praktik pengolahan limbah ubi kayu menjadi silase sebagai pakan ternak, sedangkan urin ternak dikumpulkan dan diolah menjadi pupuk organik cair. Penerapan ini memungkinkan hasil samping dari kegiatan pertanian dan peternakan kembali dimanfaatkan dalam sistem produksi.
Selain memberikan peralatan, tim juga melaksanakan penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Anggota kelompok mendapatkan pelatihan mulai dari penggunaan mesin pencacah, proses pembuatan dan fermentasi silase, pengolahan urin menjadi POC, hingga pemanfaatan produk hasil pengolahan.
Ketua tim PKM, Yusni Khairani Tampubolon, menyampaikan bahwa program dirancang dengan memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh oleh masyarakat.
“Program ini kami arahkan agar kelompok dapat mengoptimalkan sumber daya yang sudah tersedia di sekitar mereka. Limbah ubi kayu dapat dimanfaatkan kembali sebagai pakan, sedangkan urin ternak dapat diolah menjadi pupuk organik cair sehingga memiliki nilai guna dalam sistem pertanian,” ujarnya.
Ketua Kelompok Ternak KAPEDO, Surya Prayoga, mengapresiasi kegiatan tersebut karena selain memberikan pengetahuan baru, program juga menyediakan sarana yang dapat digunakan kelompok dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Pelaksanaan PKM ini sejalan dengan beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs). Pemanfaatan kembali limbah pertanian dan peternakan mendukung SDG 12: Responsible Consumption and Production melalui penerapan pemanfaatan sumber daya yang lebih efisien dan pengurangan limbah. Program ini juga berkontribusi terhadap SDG 2: Zero Hunger melalui pengembangan pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung sistem produksi pertanian dan peternakan berkelanjutan. Dari aspek pemberdayaan masyarakat, peningkatan keterampilan dan kapasitas kelompok berkaitan dengan SDG 8: Decent Work and Economic Growth.
Melalui kombinasi teknologi tepat guna, penyediaan sarana produksi, pelatihan, dan pendampingan, PKM USU bersama Kelompok Ternak KAPEDO diharapkan dapat membangun praktik pemanfaatan limbah yang dapat terus dikembangkan secara mandiri dan mendukung keberlanjutan usaha masyarakat.

MSP USU Serahkan 12 Mahasiswa PLSP ke Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara
BeritaPenelitian USU Identifikasi Faktor Non-Genetik Indeks Reproduksi Kerbau Rakyat di Tapanuli Utara
BeritaPKM USU Kembangkan Biotransformasi Limbah Ubi Kayu dan Urin Ternak Bersama Kelompok KAPEDO