Habeahan – Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Skema Desa Binaan Tahun 2026 melaksanakan program “Optimalisasi Sumber Air Perbukitan melalui Program Pipanisasi sebagai Upaya Mitigasi Bencana Kekeringan di Desa Habeahan”. Program ini dilaksanakan di Desa Habeahan, Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam membantu masyarakat menghadapi keterbatasan air bersih, khususnya pada musim kemarau.
Pelaksanaan program ini didukung oleh tim pengabdian lintas bidang keilmuan yang terdiri atas Prof. Dr. Ir. Abdul Rauf, M.P. dengan keahlian konservasi tanah dan air serta pengelolaan daerah aliran sungai; Prof. Rahmawaty, S.Hut., M.Si., Ph.D. dalam bidang ilmu kehutanan, manajemen hutan, serta pengelolaan sumber daya lahan dan lingkungan; Dr. Ir. Bejo Slamet, S.Hut., M.Si., IPM. Dalam bidang hidrologi, pengelolaan daerah aliran sungai, Sistem Informasi Geografis, dan penginderaan jauh; Ir. Yusak Maryunianta, M.P. dalam bidang agribisnis, pembangunan masyarakat desa, dan pemberdayaan masyarakat; Arif Nuryawan, S.Hut., M.Si., Ph.D. dalam bidang teknologi hasil hutan; serta Nur Ulina Warnisyah Br Sebayang, S.P., M.Agr. dalam bidang ilmu tanah, khususnya biologi dan kesuburan tanah. Kolaborasi berbagai bidang keilmuan tersebut memperkuat pelaksanaan program melalui pendekatan yang terpadu, mulai dari konservasi tanah dan air, pengelolaan kawasan hulu dan sumber daya lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat untuk menjaga keberlanjutan jaringan perpipaan dan sumber air bersih di Desa Habeahan.
Kondisi geografis Desa Habeahan yang berada di kawasan perbukitan menyebabkan sumber air terletak cukup jauh dari permukiman masyarakat. Meskipun memiliki potensi sumber air alami, pemanfaatannya belum optimal karena diperlukan sarana yang mampu mengalirkan air dari kawasan perbukitan menuju rumah-rumah penduduk. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi masyarakat, terutama ketika memasuki musim kemarau dan ketersediaan air bersih semakin terbatas.
Melalui program Desa Binaan, tim pengabdian FP USU berupaya mengoptimalkan sumber air perbukitan dengan membangun jaringan perpipaan yang menghubungkan sumber air dengan kawasan permukiman. Program ini dirancang tidak hanya untuk menyediakan infrastruktur, tetapi juga untuk membangun sistem pengelolaan air yang dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Jaringan perpipaan yang telah dibangun memberikan manfaat langsung kepada 22 kepala keluarga di Desa Habeahan. Air dari kawasan perbukitan kini dapat dialirkan menuju permukiman sehingga membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih untuk kegiatan sehari-hari. Keberadaan jaringan tersebut diharapkan dapat mengurangi kesulitan masyarakat dalam memperoleh air sekaligus meningkatkan ketangguhan desa dalam menghadapi ancaman kekeringan.
Untuk mendukung keberlanjutan program, tim pengabdian juga melaksanakan kegiatan launching dan Focus Group Discussion (FGD) mengenai keberlanjutan operasi jaringan perpipaan air bersih. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi antara tim pengabdian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat penerima manfaat mengenai pengelolaan, pemeliharaan, serta pembagian tanggung jawab dalam menjaga jaringan perpipaan.
Masyarakat diberikan pemahaman bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh selesainya pembangunan jaringan perpipaan. Keberlanjutan manfaatnya sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dalam menjaga sumber air, memelihara jaringan, menggunakan air secara bijaksana, dan segera melakukan penanganan apabila ditemukan kerusakan pada saluran perpipaan.
Selain pembangunan infrastruktur air bersih, program ini turut diperkuat melalui kegiatan konservasi lingkungan berupa penanaman bibit pucuk merah di sekitar embung yang berada di Desa Habeahan. Penanaman tersebut merupakan langkah nyata untuk menambah tutupan vegetasi, menjaga kondisi lahan, mengurangi risiko erosi dan limpasan permukaan, serta menciptakan kawasan embung yang lebih hijau, asri, dan terpelihara.
Sebelumnya, telah pula ditanam sekitar 200 bibit pohon aren, terutama di bagian hulu serta di sekitar sumber mata air yang berada di kawasan perbukitan Desa Habeahan. Selain dimaksudkan sebagai tanaman produktif penghasil nira dan kolang-kaling, pohon aren juga memiliki peran penting dalam konservasi tanah dan sumber daya air. Sistem perakarannya dapat membantu mengikat tanah, mengurangi risiko erosi, serta mendukung kemampuan tanah dalam menyerap dan menyimpan air.
Penanaman pucuk merah di sekitar embung dan pohon aren di bagian hulu menunjukkan bahwa upaya penanganan kekeringan dilakukan melalui pendekatan yang terpadu. Program tidak hanya mengalirkan air dari sumber menuju permukiman, tetapi juga berupaya melindungi lingkungan yang menopang keberadaan sumber air tersebut. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur berjalan beriringan dengan konservasi tanah dan air.
Kegiatan konservasi ini mendapat dukungan dari Camat Lintong Nihuta. Kehadiran dan keterlibatan Camat menunjukkan komitmen pemerintah kecamatan dalam mendukung penghijauan, perlindungan sumber air, dan keberlanjutan program perpipaan di Desa Habeahan. Pemerintah kecamatan juga mendorong pemerintah desa dan masyarakat untuk merawat tanaman yang telah ditanam serta menjaga kawasan di sekitar sumber air dan embung.
Program Pengabdian Desa Binaan ini berkontribusi terhadap pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Kontribusi utama program terdapat pada SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, melalui peningkatan akses masyarakat terhadap air bersih dan penguatan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.
Program ini juga mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, khususnya dalam meningkatkan kemampuan masyarakat desa beradaptasi terhadap ancaman kekeringan dan perubahan pola musim. Kegiatan penghijauan dan perlindungan kawasan sumber air turut mendukung SDG 15: Ekosistem Daratan, sedangkan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat mencerminkan implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Melalui integrasi antara pembangunan jaringan perpipaan, edukasi pengelolaan air, pemberdayaan masyarakat, dan konservasi lingkungan, program ini diharapkan dapat menghasilkan manfaat yang berkelanjutan. Desa Habeahan tidak hanya memperoleh akses air bersih yang lebih baik, tetapi juga semakin memiliki kesadaran dan kemampuan untuk menjaga sumber daya air sebagai aset bersama.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat FP USU menyampaikan terima kasih kepada Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPPM USU) atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan dalam pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Desa Binaan Tahun 2026.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, Pemerintah Kecamatan Lintong Nihuta, Pemerintah Desa Habeahan, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan, berpartisipasi aktif, dan bergotong royong dalam setiap tahapan kegiatan. Sinergi seluruh pihak menjadi landasan penting dalam mewujudkan pengelolaan sumber air yang berkelanjutan dan meningkatkan ketangguhan Desa Habeahan dalam menghadapi bencana kekeringan.