> Berita > Pengabdian kepada Masyarakat DRTPM Tahun 2024 oleh Dosen Fakultas Pertanian USU: Pemanfaatan Teknologi Termolisis dalam Meningkatkan Produksi dan Kualitas Black Garlic Buatan Pondok Tahfizh Utsman Bin Affan Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang
Pengabdian kepada Masyarakat DRTPM Tahun 2024 oleh Dosen Fakultas Pertanian USU: Pemanfaatan Teknologi Termolisis dalam Meningkatkan Produksi dan Kualitas Black Garlic Buatan Pondok Tahfizh Utsman Bin Affan Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang
Dipublikasi Pada
05 September 2024
Dipublikasi Oleh
Sopa Putri Tanjung S.P
Thumbnail Pengabdian kepada Masyarakat DRTPM Tahun 2024 oleh Dosen Fakultas Pertanian USU: Pemanfaatan Teknologi Termolisis dalam Meningkatkan Produksi dan Kualitas Black Garlic Buatan Pondok Tahfizh Utsman Bin Affan Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang
Program Pengabdian Masyarakat oleh Fakultas Pertanian USU 2024 sukses memanfaatkan teknologi termolisis untuk meningkatkan produksi dan kualitas black garlic di Pondok Tahfizh Utsman Bin Affan, Pantai Labu. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa dalam mendukung pengembangan ekonomi mitra melalui inovasi teknologi.
Program Pengabdian kepada Masyarakat DRTPM Tahun 2024 dengan judul "Pemanfaatan Teknologi Termolisis dalam Meningkatkan Produksi dan Kualitas Black Garlic Buatan Pondok Tahfizh Utsman Bin Affan Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara" telah berhasil dilaksanakan. Program ini merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, yang diketuai oleh Nur Ulina Warnisyah Br. Sebayang, dengan anggota Dr. Benny Hidayat, S.P., M.P, dan Raju, S.T.P., M.Si. Selain itu, mahasiswa Fakultas Pertanian USU, yaitu Corrady Noveindo Tanwie, Kirana Aulia Rahma, dan Suranti Pratiwi, turut berperan aktif dalam kegiatan ini sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memanfaatkan teknologi termolisis dalam meningkatkan produksi dan kualitas black garlic yang dihasilkan oleh Pondok Tahfizh Utsman Bin Affan di Kecamatan Pantai Labu.
Latar belakang kegiatan ini adalah permasalahan yang dihadapi Pondok Tahfizh Utsman Bin Affan, yang berlokasi di Jalan Kamboja, Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, sebagai mitra PKM dengan ekonomi nonproduktif.
Permasalahan utama yang dihadapi mitra PKM mencakup aspek produksi, yakni keterbatasan peralatan, serta aspek pemasaran dan pengetahuan masyarakat dalam memproduksi dan memasarkan black garlic untuk meningkatkan pendapatan mitra. Selama ini, mitra hanya menggunakan metode sederhana dengan alat penanak nasi elektronik (rice cooker).
Keterbatasan alat dan pengetahuan tersebut menjadi kendala utama yang telah dihadapi mitra selama beberapa tahun. Proses pembuatan bawang hitam memerlukan kondisi yang stabil dalam hal suhu, kelembaban, dan kadar air. Kadar antioksidan dalam bawang hitam sangat dipengaruhi oleh metode pengolahan yang tepat.
Dengan menggunakan rice cooker berkapasitas 5 liter, mitra hanya mampu memproduksi sekitar 1 kg bawang hitam dalam waktu kurang lebih dua minggu, sehingga sulit untuk memproduksi dalam jumlah besar. Mitra PKM ingin menjadikan black garlic sebagai produk unggulan yang diproduksi dalam jumlah besar untuk meningkatkan perekonomian guna membantu para santri yatim/piatu/kurang mampu agar bisa belajar Al-Qur’an dan hadist secara gratis. Oleh karena itu, optimalisasi dan inovasi teknologi alat sangat diperlukan untuk meningkatkan produksi bawang hitam.
Inovasi yang ditawarkan oleh tim pengabdian PKM DRTPM 2024 adalah pemanfaatan alat termolisis yang mampu menampung hingga 30 kg bawang putih untuk difermentasi menjadi black garlic. Selain itu, kualitas black garlic yang dihasilkan juga lebih baik dibandingkan dengan metode sebelumnya yang menggunakan rice cooker. Dengan alat termolisis ini, suhu dan kadar air dapat diatur sehingga enzim dan komposisi nutrisi bawang hitam lebih optimal.
Tujuan dari pelaksanaan kegiatan PkM skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat DRTPM 2024 adalah meningkatkan kualitas black garlic buatan Pondok Tahfizh Utsman Bin Affan di Pantai Labu melalui penggunaan alat termolisis, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan taraf ekonomi mitra.
Berdasarkan rangkaian permasalahan yang dihadapi, solusi yang ditawarkan oleh tim PKM DRTPM 2024 adalah penerapan teknologi termolisis untuk meningkatkan produksi dan kualitas black garlic yang dihasilkan oleh mitra PKM. Alat termolisis ini merupakan inovasi yang dapat memproduksi hingga 30 kg bawang hitam dalam waktu sekitar 12 hari, jauh lebih efisien dibandingkan dengan rice cooker yang hanya mampu memproduksi 1–2 kg dalam dua minggu. Inovasi ini diharapkan dapat membantu mitra PKM meningkatkan produksi black garlic serta menjadi role model bagi masyarakat lain agar menjadi mitra yang mandiri, maju, dan sejahtera di masa depan.
Video ini juga dapat dilihat pada channel youtube "Fakultas Pertanian USU" pada link berikut: https://youtu.be/qvMUnvZ7y-c