Program Pengabdian kepada Masyarakat DRTPM Tahun 2024 dengan judul "Pemanfaatan Teknologi Termolisis dalam Meningkatkan Produksi dan Kualitas Black Garlic Buatan Pondok Tahfizh Utsman Bin Affan Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara" telah berhasil dilaksanakan. Program ini merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, yang diketuai oleh Nur Ulina Warnisyah Br. Sebayang, dengan anggota Dr. Benny Hidayat, S.P., M.P, dan Raju, S.T.P., M.Si. Selain itu, mahasiswa Fakultas Pertanian USU, yaitu Corrady Noveindo Tanwie, Kirana Aulia Rahma, dan Suranti Pratiwi, turut berperan aktif dalam kegiatan ini sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memanfaatkan teknologi termolisis dalam meningkatkan produksi dan kualitas black garlic yang dihasilkan oleh Pondok Tahfizh Utsman Bin Affan di Kecamatan Pantai Labu.

Latar belakang kegiatan ini adalah permasalahan yang dihadapi Pondok Tahfizh Utsman Bin Affan, yang berlokasi di Jalan Kamboja, Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, sebagai mitra PKM dengan ekonomi nonproduktif.

Permasalahan utama yang dihadapi mitra PKM mencakup aspek produksi, yakni keterbatasan peralatan, serta aspek pemasaran dan pengetahuan masyarakat dalam memproduksi dan memasarkan black garlic untuk meningkatkan pendapatan mitra. Selama ini, mitra hanya menggunakan metode sederhana dengan alat penanak nasi elektronik (rice cooker).

Keterbatasan alat dan pengetahuan tersebut menjadi kendala utama yang telah dihadapi mitra selama beberapa tahun. Proses pembuatan bawang hitam memerlukan kondisi yang stabil dalam hal suhu, kelembaban, dan kadar air. Kadar antioksidan dalam bawang hitam sangat dipengaruhi oleh metode pengolahan yang tepat.

Dengan menggunakan rice cooker berkapasitas 5 liter, mitra hanya mampu memproduksi sekitar 1 kg bawang hitam dalam waktu kurang lebih dua minggu, sehingga sulit untuk memproduksi dalam jumlah besar. Mitra PKM ingin menjadikan black garlic sebagai produk unggulan yang diproduksi dalam jumlah besar untuk meningkatkan perekonomian guna membantu para santri yatim/piatu/kurang mampu agar bisa belajar Al-Qur’an dan hadist secara gratis. Oleh karena itu, optimalisasi dan inovasi teknologi alat sangat diperlukan untuk meningkatkan produksi bawang hitam.

Inovasi yang ditawarkan oleh tim pengabdian PKM DRTPM 2024 adalah pemanfaatan alat termolisis yang mampu menampung hingga 30 kg bawang putih untuk difermentasi menjadi black garlic. Selain itu, kualitas black garlic yang dihasilkan juga lebih baik dibandingkan dengan metode sebelumnya yang menggunakan rice cooker. Dengan alat termolisis ini, suhu dan kadar air dapat diatur sehingga enzim dan komposisi nutrisi bawang hitam lebih optimal.

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan PkM skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat DRTPM 2024 adalah meningkatkan kualitas black garlic buatan Pondok Tahfizh Utsman Bin Affan di Pantai Labu melalui penggunaan alat termolisis, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan taraf ekonomi mitra.

Melalui penerapan teknologi termolisis, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat DRTPM 2024 ini tidak hanya memberikan solusi terhadap keterbatasan produksi dan kualitas black garlic di Pondok Tahfizh Utsman Bin Affan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas dan kemandirian mitra dalam mengembangkan produk bernilai ekonomi. Peningkatan kapasitas produksi dari penggunaan rice cooker menjadi hingga 30 kg bawang putih dalam waktu sekitar 12 hari diharapkan dapat membuka peluang pengembangan usaha yang lebih berkelanjutan serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan mitra.

Keberhasilan program ini sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi teknologi yang dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Pengembangan black garlic sebagai produk unggulan diharapkan dapat mendukung keberlanjutan kegiatan Pondok Tahfizh Utsman Bin Affan, termasuk dalam memberikan akses pembelajaran Al-Qur’an dan hadist bagi santri yatim, piatu, dan kurang mampu.

Dengan demikian, kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 1: Tanpa Kemiskinan, melalui upaya peningkatan kapasitas ekonomi dan kemandirian mitra, serta SDGs Tujuan 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui pengembangan potensi usaha berbasis inovasi teknologi. Selain itu, penerapan teknologi hasil kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat turut mendukung SDGs Tujuan 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, khususnya dalam pemanfaatan inovasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan pengembangan usaha masyarakat. Diharapkan, program ini dapat menjadi contoh pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi maupun sosial bagi masyarakat di Kecamatan Pantai Labu dan sekitarnya.

Berita ini juga dapat dilihat pada channel youtube "Fakultas Pertanian USU" pada link berikut:
https://youtu.be/qvMUnvZ7y-c