home icon
search icon
menu icon

> Berita > Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian USU: Inovasi Keripik Tempe Daun Kelor terhadap Peningkatan Produksi dan Nilai Gizi Produk Buatan Daycare Lansia Aisyiyah Mentari, Kwala Bingai

Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian USU: Inovasi Keripik Tempe Daun Kelor terhadap Peningkatan Produksi dan Nilai Gizi Produk Buatan Daycare Lansia Aisyiyah Mentari, Kwala Bingai

Dipublikasi Pada

10 September 2025

Dipublikasi Oleh

Sopa Putri Tanjung S.P

Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian USU: Inovasi Keripik Tempe Daun Kelor terhadap Peningkatan Produksi dan Nilai Gizi Produk Buatan Daycare Lansia Aisyiyah Mentari, Kwala Bingai
Thumbnail Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian USU: Inovasi Keripik Tempe Daun Kelor terhadap Peningkatan Produksi dan Nilai Gizi Produk Buatan Daycare Lansia Aisyiyah Mentari, Kwala Bingai
Fakultas Pertanian USU kembali menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi melalui program pengabdian kepada masyarakat tahun 2025. Melalui dukungan hibah Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPM), tim dosen dan mahasiswa menghadirkan inovasi produk pangan lokal berupa “Keripik Tempe Daun Kelor” sebagai upaya meningkatkan kapasitas produksi, kualitas gizi, dan daya saing produk buatan Daycare Lansia Aisyiyah Mentari, Kwala Bingai.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi yang secara konsisten dilaksanakan oleh Universitas Sumatera Utara melalui dukungan hibah Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPM) tahun 2025. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan inovasi produk pangan lokal yang sehat, bernilai gizi tinggi, serta memiliki daya saing di pasar. Adapun tim pelaksana terdiri dari Nur Ulina Warnisyah Br Sebayang, M.Agr dari Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian sebagai ketua tim; dengan anggota Putri Chandra Ayu, S.T.P., M.Si dari Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem Fakultas Pertanian; serta Ecia Meilonna Koka, S.K.M., M.Kes dari Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian USU, yaitu Muhammad Syah Dewa dan Nadira Nur Ramadhani Harahap, sehingga memperkuat transfer ilmu dan pengalaman praktis antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat.
 

Judul pengabdian ini adalah “Inovasi Keripik Tempe Daun Kelor dalam Upaya Peningkatan Produksi dan Nilai Gizi Produk Buatan Daycare Lansia Aisyiyah Mentari, Kwala Bingai.” Fokus kegiatan diarahkan pada penguatan kapasitas produksi sekaligus peningkatan kualitas gizi dari produk cemilan sehat berbasis tempe. Secara inovatif, tim memperkenalkan pemanfaatan mesin-mesin pertanian modern, antara lain: mesin pengupas kulit kedelai untuk mempercepat proses persiapan bahan baku; mesin pemotong tempe otomatis guna menghasilkan irisan seragam; mesin spinner peniris minyak untuk mengurangi kadar minyak dan menghasilkan produk lebih renyah serta sehat; serta mesin sealer kemasan yang menjaga mutu dan daya simpan produk.
 

Pemanfaatan teknologi ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi kerja lansia di Daycare, sekaligus menghasilkan produk yang lebih higienis, berkualitas, dan berdaya saing. Dari sisi gizi, inovasi dilakukan melalui penambahan bubuk daun kelor (Moringa oleifera) ke dalam adonan keripik tempe. Daun kelor telah dikenal luas sebagai superfood dengan kandungan vitamin, mineral, protein nabati, dan antioksidan yang tinggi. Penambahan ini tidak hanya memperkaya cita rasa, tetapi juga meningkatkan nilai gizi produk, sehingga keripik tempe daun kelor dapat menjadi alternatif cemilan sehat yang sesuai untuk berbagai kelompok usia, termasuk lansia yang menjadi fokus pemberdayaan Daycare Aisyiyah Mentari.
 

Selain inovasi produk, tim juga melakukan pendampingan aspek legalitas usaha agar produk dapat diterima secara resmi di pasaran. Pendampingan meliputi fasilitasi penerbitan Nomor Izin Berusaha (NIB), pendaftaran Nomor PIRT sebagai jaminan keamanan pangan, serta pengurusan sertifikasi halal untuk meningkatkan kepercayaan konsumen muslim. Upaya ini merupakan langkah penting agar produk “Keripik Tempe Daun Kelor Mentari” tidak hanya dikonsumsi secara lokal, tetapi juga berpeluang masuk ke pasar yang lebih luas, baik regional maupun nasional.
 

Luaran dari kegiatan ini menunjukkan hasil yang signifikan. Beberapa karya yang telah dihasilkan antara lain: video sinematografi yang mendokumentasikan proses inovasi dan pemberdayaan; sebuah lagu berjudul MENTARI ciptaan tim yang telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI); pengajuan HKI merek dagang produk yang sedang dalam proses di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI); serta penulisan jurnal ilmiah yang menjadi kontribusi akademik bagi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang teknologi pangan dan pemberdayaan masyarakat.
 

Kegiatan pengabdian ini berdampak langsung terhadap pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, antara lain: meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas nyata di luar kampus, menghasilkan karya inovatif dosen dan mahasiswa yang diakui dalam bentuk HKI maupun publikasi ilmiah, serta menciptakan sinergi dengan komunitas lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lebih jauh, program ini sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, yaitu bagaimana ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dapat dihadirkan secara langsung untuk memberikan solusi konkret terhadap permasalahan masyarakat, khususnya dalam aspek ekonomi produktif, gizi, dan kesehatan.
 

Kegiatan pengabdian ini juga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Melalui program ini, fakultas tidak hanya menunjukkan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu dan teknologi di bidang pertanian, tetapi juga sebagai fasilitator inovasi yang langsung menyentuh masyarakat. Penerapan mesin-mesin pertanian modern serta pengembangan produk pangan fungsional berbasis sumber daya lokal menjadi bukti nyata bahwa Fakultas Pertanian USU mampu menghadirkan solusi aplikatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini semakin memperkuat proses pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), sehingga lulusan Fakultas Pertanian memiliki kompetensi praktis yang relevan dengan dunia kerja dan kebutuhan pembangunan. Dampak ini sekaligus memperkuat citra Fakultas Pertanian USU sebagai institusi yang adaptif, inovatif, dan berdampak nyata dalam mendukung pencapaian visi universitas sebagai center of excellence di tingkat nasional maupun internasional.
 

Sebagai penutup, tim pelaksana mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada DPPM Universitas Sumatera Utara atas hibah pengabdian masyarakat tahun 2025. Dukungan ini menjadi energi utama yang memungkinkan terlaksananya kegiatan secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan, implementasi teknologi, pendampingan usaha, hingga pencapaian luaran yang bermanfaat. Semoga kegiatan ini dapat menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat mampu melahirkan inovasi yang tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor pembangunan berkelanjutan.

Berita