Kopi merupakan salah satu komoditas tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi di antara tanaman perkebunan lainnya. Tanaman kopi tumbuh pada ketinggian di atas 500–700 m dpl, pada kondisi curah hujan sekitar 1.500–2.500 mm per tahun dengan bulan kering 1–3 bulan dan suhu rata-rata 15–22℃, pada lahan kelas S1 atau S2.
Pengetahuan petani di Dusun Perteguhan, Desa Telagah, Kabupaten Langkat masih tergolong terbatas, baik dari segi budidaya maupun Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Contoh yang ditemukan di lapangan adalah tidak diberikannya pupuk secara berkala, pohon yang jarang dipangkas, penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, produksi yang kurang optimal, kegiatan pascapanen dilakukan secara manual, dan kulit kopi yang tersisa ditumpuk begitu saja di lokasi tanpa diolah, yang mengakibatkan beberapa kendala lebih lanjut.
Permasalahan tersebut dilatarbelakangi oleh tata kelola lahan kopi yang masih sangat tradisional, belum ada pendampingan penggunaan alat sangrai buah kopi yang standar, serta harga kopi yang sangat murah.
Berangkat dari hal tersebut, melalui program Pengabdian Dosen yang diselenggarakan oleh LPPM Universitas Sumatera Utara, Dosen Fakultas Pertanian Ibu Ameilia Zuliyanti Siregar, S.Si., M.Sc., Ph.D., bersama Prof. Dr. Tulus, Vor Dipl. Math, M.Si., Ph.D., dan Prof. Dr. Ir. Elisa Julianti, M.Si. melakukan pengabdian masyarakat di Dusun Perteguhan, Desa Telagah, Kabupaten Langkat.

Adapun rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam program pengabdian masyarakat ini antara lain: persiapan lahan, persiapan bahan dan alat, pembibitan kopi berkualitas unggul, desain alat pupuk produktif, pembuatan perangkap YST, pembuatan pestisida nabati, aplikasi pengamatan lahan kopi, dan inventarisasi hama. Partisipasi yang diberikan oleh mitra (Kelompok Tani Bahagia di Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara) meliputi penyediaan lahan, penyediaan bibit kopi, penyediaan tenaga, pikiran, dan kontribusi waktu. Sedangkan tahapan lanjutan adalah melakukan komunikasi dan pendampingan kepada petani dalam pengolahan hama terpadu, pengecekan data serangga dan hama yang terdeteksi, pemantauan pengendalian PHT, serta mensosialisasikan penggunaan sampah kopi yang tidak dikelola di Desa Telagah.

Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat di Dusun Perteguhan, Desa Telagah, Kabupaten Langkat. Melalui pengabdian ini, diharapkan permasalahan yang mempengaruhi kuantitas dan kualitas tanaman kopi, seperti kurangnya pengetahuan mitra dalam penanggulangan hama dan penyakit tanaman, dapat teridentifikasi. Pengetahuan mitra tani dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman secara fisik (menggunakan paranet) dan secara kimiawi (pestisida nabati) untuk menanggulangi hama tanaman kopi meningkat. Selain itu, penggunaan sampah kopi yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini dapat diolah dan dimanfaatkan oleh pengelolaan Kelompok Tani di Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.