Kuala Lumpur, Malaysia — Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara (USU) terus memperkuat jejaring akademik dan kolaborasi riset internasional. Salah satu dosen MSP USU, Vindy Rilani Manurung, S.Pi., M.Si., mengikuti kegiatan workshop sekaligus riset kolaborasi di Institut Sains Biologi, Universiti Malaya, Malaysia.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penelitian kolaboratif bertajuk “Assessing Shark and Ray Diversity and Temporal Community Composition in East Johor Using an Integrated Approach of Conventional Fish Sampling and Non-Invasive Monitoring Methods.” Riset ini berfokus pada pengkajian keanekaragaman hiu dan pari serta perubahan komposisi komunitasnya secara temporal di wilayah Johor Timur, Malaysia.





Salah satu aspek penting dari kegiatan ini adalah pengembangan pendekatan pemantauan biodiversitas yang mengintegrasikan metode sampling ikan secara konvensional dengan metode pemantauan non-invasif. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan informasi biodiversitas yang lebih komprehensif sekaligus mengurangi ketergantungan pada metode pengambilan sampel yang dapat memberikan tekanan terhadap organisme yang diamati.

Dalam rangkaian workshop, peserta memperoleh penguatan kapasitas terkait tahapan penelitian, mulai dari penanganan dan preparasi sampel, penerapan metode molekuler di laboratorium, hingga diskusi mengenai alur analisis data untuk pemantauan biodiversitas. Kegiatan laboratorium dan diskusi bersama tim peneliti Universiti Malaya juga menjadi ruang untuk bertukar pengalaman mengenai penerapan pendekatan modern dalam kajian sumber daya perairan dan konservasi.





Keikutsertaan Vindy Rilani Manurung dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya MSP USU untuk memperluas kolaborasi internasional, khususnya dalam bidang biodiversitas perairan, konservasi sumber daya ikan, dan pengembangan metode monitoring ekosistem perairan. Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat ditransfer ke dalam kegiatan penelitian dan pembelajaran di MSP USU, termasuk membuka peluang keterlibatan mahasiswa dalam penelitian kolaboratif di masa mendatang.

Kolaborasi ini juga relevan dengan penguatan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 14 – Life Below Water, melalui penyediaan data ilmiah untuk mendukung konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya hayati laut. Selain itu, kerja sama antarperguruan tinggi mendukung SDG 17 – Partnerships for the Goals, khususnya melalui penguatan kemitraan internasional dalam penelitian, peningkatan kapasitas, dan pertukaran pengetahuan.

Partisipasi dosen dalam riset internasional tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan workshop, tetapi berkembang menjadi kolaborasi penelitian berkelanjutan, publikasi ilmiah bersama, pertukaran pengetahuan dan teknologi, serta pengembangan jejaring antara Universitas Sumatera Utara dan Universiti Malaya. Dengan demikian, kegiatan ini turut memperkuat internasionalisasi tridharma sekaligus mendukung pengembangan keunggulan akademik Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan USU