Medan, 6 Agustus 2026 – Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pengembangan kurikulum yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan dunia kerja, dan tantangan industri pangan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Rancangan Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), Kamis (6/8/2026), di Aula D. H. Penny FP USU.
Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid, baik secara luring maupun melalui Zoom Meeting, tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, perwakilan industri, dinas, pelaku UMKM, alumni, dosen, hingga mahasiswa. Keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting untuk memperoleh masukan yang komprehensif dalam menyempurnakan kurikulum agar semakin adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masa depan.
FGD dibuka oleh Ketua Program Studi Teknologi Pangan FP USU, Dr. Ridwansyah, S.TP., M.Si., bersama Dekan FP USU, Dr. Rulianda Purnomo Wibowo, S.P., M.Ec., dan Wakil Dekan I FP USU, Dr. Nini Rahmawati, S.P., M.Si. Kehadiran pimpinan fakultas dan program studi dalam pembukaan kegiatan tersebut menegaskan dukungan institusi terhadap pengembangan Kurikulum OBE sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan dan relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.
Dalam sambutannya, Dr. Ridwansyah menekankan pentingnya diskusi yang terbuka, konstruktif, dan produktif dalam proses penyusunan kurikulum. Seluruh masukan yang diperoleh dari berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat menjadi bahan penting dalam menghasilkan kurikulum yang lebih berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.
“Kami berharap diskusi pada hari ini berlangsung secara terbuka, konstruktif, dan produktif. Seluruh saran, kritik, dan rekomendasi akan kami dokumentasikan serta menjadi bahan penting dalam penyusunan kurikulum yang lebih berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan,” ujar Dr. Ridwansyah.
Sementara itu, Wakil Dekan I FP USU, Dr. Nini Rahmawati, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa FGD merupakan wadah strategis untuk memperoleh masukan, pengalaman, dan perspektif dari berbagai pemangku kepentingan, khususnya akademisi, industri, alumni, mahasiswa, dan pihak terkait lainnya.
“Sinergi dari berbagai pihak sangat diharapkan nantinya mampu menghasilkan kurikulum yang tidak hanya memenuhi standar nasional pendidikan tinggi, tetapi juga mencetak lulusan unggul, inovatif, berkarakter, serta memiliki kompetensi yang relevan dengan dunia industri dan masyarakat,” ungkapnya.
Dekan FP USU, Dr. Rulianda Purnomo Wibowo, S.P., M.Ec., menegaskan bahwa setiap program studi harus memahami perkembangan yang terjadi di dunia usaha, industri, dan teknologi. Menurutnya, kurikulum tidak hanya berisi mata kuliah, tetapi harus mampu menggambarkan kompetensi yang harus dimiliki lulusan, persoalan yang mampu mereka selesaikan, serta teknologi dan keterampilan yang perlu dikuasai.
“Setiap Program Studi harus benar-benar memahami apa yang terjadi saat ini di dunia usaha, industri, dan juga dunia teknologi. Kurikulum tentu tidak hanya berisi mata kuliah, tetapi harus relevan dan muncul dari kompetensi seperti apa yang dibutuhkan, persoalan apa yang mampu mereka selesaikan, serta teknologi dan skill apa yang mereka kuasai,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. Rulianda menyampaikan bahwa perguruan tinggi perlu mampu membaca arah perubahan untuk mempersiapkan kebutuhan dunia kerja dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang. Karena itu, komunikasi antara program studi dengan berbagai pemangku kepentingan perlu dibangun secara lebih sistematis dan efektif.
“Saya berharap FGD ini menghasilkan kurikulum yang lebih relevan, adaptif, aplikatif, dan memiliki orientasi masa depan,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh wawasan dari dua narasumber yang berpengalaman di bidang pengembangan kurikulum dan teknologi pangan. Prof. Dr. Ir. Tyas Utami, M.Sc., Ketua Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, menyampaikan materi berjudul “Implementasi OBE dalam Pengembangan Kurikulum Teknologi Pangan”.
Selanjutnya, Prof. Dr. Ir. Eko Hari Purnomo, S.T.P., M.Sc. dari IPB University menyampaikan materi berjudul “Kompetensi Lulusan Teknologi Pangan Menghadapi Industri Pangan 5.0”. Kedua materi tersebut memberikan perspektif penting mengenai penerapan OBE serta kompetensi yang perlu dipersiapkan agar lulusan Teknologi Pangan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan transformasi industri pangan.
Setelah pemaparan materi dan sesi tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan paparan Kurikulum OBE Prodi Teknologi Pangan USU. Selanjutnya, peserta mengikuti FGD bersama para pemangku kepentingan yang terdiri atas akademisi, industri, dinas, UMKM, alumni, dan mahasiswa. Diskusi tersebut diarahkan untuk memperoleh masukan konkret terkait rancangan kurikulum, capaian pembelajaran, kompetensi lulusan, serta kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.
Hasil diskusi kemudian dirumuskan menjadi sejumlah rekomendasi yang dipresentasikan dalam sesi pleno untuk mendapatkan tanggapan dan penyempurnaan bersama. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara dan komitmen bersama sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan Kurikulum OBE Prodi Teknologi Pangan FP USU, sebelum kegiatan ditutup.
Melalui FGD ini, Prodi Teknologi Pangan FP USU berupaya memastikan bahwa kurikulum yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada kemampuan lulusan dalam menerapkan kompetensi, memecahkan permasalahan, berinovasi, beradaptasi terhadap perubahan, serta memenuhi kebutuhan dunia industri dan masyarakat. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi fondasi penting dalam menghadirkan kurikulum yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan industri pangan di masa depan.
Pengembangan Kurikulum OBE tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi FP USU terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan kurikulum yang berorientasi pada capaian pembelajaran dan peningkatan kompetensi lulusan. Penyelarasan kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja turut mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap berkontribusi di sektor pangan. Pembahasan mengenai perkembangan teknologi dan kebutuhan industri pangan masa depan juga sejalan dengan SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, melalui penguatan inovasi dan kapasitas sumber daya manusia. Sementara itu, keterlibatan akademisi, industri, pemerintah, UMKM, alumni, dosen, dan mahasiswa mencerminkan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi multipihak dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang relevan, inovatif, adaptif, dan berdaya saing global.
Dengan semangat “Bersama Menyempurnakan Kurikulum, Mewujudkan Lulusan Berdaya Saing,” Prodi Teknologi Pangan FP USU terus memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, inovatif, berkarakter, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kemajuan industri pangan.