Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU) melalui Program Studi S1 Agribisnis menyelenggarakan Sekolah Pasar Modal Level 1 sebagai wadah untuk meningkatkan literasi dan pemahaman mahasiswa mengenai pasar modal sekaligus memperkenalkan peluang investasi yang cerdas dan bertanggung jawab. Kegiatan berlangsung pada Senin, 14 September 2026, di Aula Suratman, Fakultas Pertanian USU.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menghadirkan Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara, Muhammad Pintor Nasution, S.E., M.Si., CFP., CIB., AWP., serta Investment Specialist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia–Medan, Nurul Izzati Lubis, S.E., CFP. Kegiatan dimoderatori oleh Dosen Program Studi S1 Agribisnis FP USU, Vista Uli Sihombing, S.P., M.Si.

Dalam pemaparannya yang mengangkat tema “Investasi Cerdas, Masa Depan Berkualitas!”, Muhammad Pintor Nasution menjelaskan pentingnya mempersiapkan masa depan melalui pengelolaan keuangan yang baik. Ia memperkenalkan berbagai instrumen pasar modal, seperti saham, obligasi, sukuk, dan reksa dana, serta menjelaskan potensi keuntungan dan risiko dari setiap instrumen.

Menurutnya, investasi dapat menjadi salah satu pilihan untuk menjaga dan mengembangkan nilai aset dalam jangka panjang. Namun, calon investor perlu memahami karakteristik instrumen dan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

“Jujur, rugi saya baru tahu pasar modal setelah lulus. Kalau sudah mendapatkan pelajaran hari ini dan di USU sudah memulainya sejak dini, maka jika terus konsisten dan fokus akan berhasil menjadi investor yang sukses,” ujarnya.





Sementara itu, Nurul Izzati Lubis melalui materi “Memahami Pasar Modal, Memulai Investasi, dan Membangun Kekayaan Jangka Panjang” menjelaskan pentingnya membangun aset sejak muda dengan mempertimbangkan inflasi, tujuan keuangan, jangka waktu, serta profil risiko.

Ia menjelaskan perbedaan fungsi menabung dan investasi serta berbagai risiko yang perlu diperhatikan investor, seperti risiko pasar, likuiditas, inflasi, perusahaan, dan psikologis. Untuk memulai investasi, peserta didorong untuk menentukan tujuan, menetapkan jangka waktu, memahami profil risiko, memilih instrumen yang sesuai, memulai secara bertahap, serta melakukan evaluasi secara berkala.

Pemaparan kedua narasumber dilanjutkan dengan sesi diskusi yang berlangsung interaktif dan antusias. Peserta tidak hanya berasal dari Program Studi S1 Agribisnis, tetapi juga dari sejumlah fakultas lain di lingkungan Universitas Sumatera Utara. Berbagai pertanyaan disampaikan, mulai dari cara memulai investasi bagi mahasiswa hingga pemilihan instrumen dan pengelolaan risiko investasi.

Antusiasme peserta semakin terlihat ketika kedua narasumber memberikan hadiah kepada peserta yang aktif bertanya dan berhasil menjawab pertanyaan yang diberikan selama kegiatan. Sesi tersebut tidak hanya menambah wawasan peserta, tetapi juga menciptakan suasana pembelajaran yang lebih dinamis dan menarik.

Ketua Program Studi S1 Agribisnis FP USU turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap Sekolah Pasar Modal dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai pasar modal dan investasi serta mendorong mahasiswa untuk aktif berdiskusi dan memperdalam pemahaman.

“Saya sangat bersyukur dengan adanya acara ini dan berterima kasih atas kesediaan serta kedatangan kedua narasumber kita,” ujarnya.

Menutup kegiatan, Dekan Fakultas Pertanian USU, Dr. Rulianda Purnomo Wibowo, S.P., M.Ec., menekankan pentingnya mahasiswa memiliki tujuan dan objektivitas dalam menentukan langkah untuk masa depan, termasuk dalam mengambil keputusan investasi.

“Jangan hidup tanpa tujuan, jangan hidup tanpa objektif. Percayalah, kalau kalian objektif, empat tahun kemudian kalian akan sukses,” ungkapnya.





Dekan juga berharap rangkaian Sekolah Pasar Modal dapat membantu mahasiswa menjadi lebih bijak dalam memilih instrumen investasi. Bekal keilmuan agribisnis diharapkan dapat menjadi dasar dalam memahami berbagai peluang ekonomi dan investasi secara kritis dan objektif.

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan kesediaan berbagi pengetahuan, Fakultas Pertanian USU memberikan sertifikat dan cendera mata kepada Muhammad Pintor Nasution dan Nurul Izzati Lubis selaku narasumber. Pemberian apresiasi tersebut menjadi bagian dari penutup rangkaian kegiatan Sekolah Pasar Modal Level 1.

Penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal Level 1 menjadi bagian dari upaya FP USU dalam memperkuat literasi keuangan dan membekali mahasiswa dengan pengetahuan praktis yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Kegiatan ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa, serta SDGs ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan literasi keuangan dan pemahaman mengenai investasi yang bertanggung jawab.