> Berita > Rektor USU Dan KOICA Bahas Potensi Kampus Agrowisata USU
Rektor USU Dan KOICA Bahas Potensi Kampus Agrowisata USU
Dipublikasi Pada
10 Oktober 2016
Dipublikasi Oleh
-
Thumbnail Rektor USU Dan KOICA Bahas Potensi Kampus Agrowisata USU
Medan-USU: Sesuai dengan Program Kerja Rektor USU periode 2016–2021, Universitas Sumatera Utara akan terus berupaya mengembangkan segala potensi yang telah tersedia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah rencana Pengembangan Kampus USU di daerah Kwala Bekala. Kampus ini tidak hanya akan menjadi tempat yang asri, tetapi juga berpotensi sebagai destinasi Agrowisata bagi warga kota Medan dan sekitarnya. Hal ini diungkapkan oleh Rektor USU, Prof. Dr. Runtung, S.H., M.Hum., saat menerima kunjungan rombongan dari Korea International Cooperation Agency (KOICA) pada Kamis (10/11/2016) di ruang Rektor gedung BPA USU.
Rektor USU, didampingi oleh Wakil Rektor II USU, Dr. dr. Muhammad Fidel Ganis Siregar, M.Ked.(OG), Sp.OG.(K); Wakil Rektor III USU, Drs. Mahyuddin, M.IT., Ph.D.; Wakil Rektor IV USU, Prof. Dr. Ir. Bustami Syam, M.SME.; Wakil Rektor V USU, Ir. Luhut Sihombing, M.P.; Dekan Fakultas Ilmu Budaya USU, Dr. Budi Agustono; dan Kepala KUI USU, Dr. Esther SM Nababan, menyambut baik kunjungan dari KOICA.
Prof. Runtung menyampaikan, "Saya mendengar bahwa bidang Pertanian sangat kuat di Korea, begitu juga dengan bidang Maritim dan Teknik. Maka, harapan saya adalah jika ada tenaga ahli atau Profesor di bidang tersebut yang dapat dikirim kemari, tentunya ini akan sangat membantu USU. Karena di USU sendiri, terdapat Fakultas Pertanian yang merupakan fakultas ketiga tertua di USU dan juga memiliki jurusan Pertanian."
Rombongan KOICA, yaitu Shin Hyeran selaku WFK Program Manager KOICA Office, dan Dory Widyanasari, menyatakan bahwa tujuan kunjungan mereka ke USU adalah untuk mempererat kerjasama antara USU dan KOICA yang telah terjalin sejak tahun 2009, sekaligus ingin mengetahui rencana USU ke depan terkait dengan KOICA.
"Volunteers (relawan) KOICA di Medan ada 3, yang pertama di Fakultas Ilmu Budaya USU yaitu Miss Sarah Kim yang mengajar Bahasa Korea, kemudian yang kedua di SMK 9, dan yang ketiga ada di SMK 7. Volunteers yang kami tugaskan di sini adalah selama 2 tahun, oleh karena itu kami ingin mengetahui sejauh mana rencana USU terhadap volunteers kami yang bertugas di USU," ungkap Dory.
"Apabila ada rencana USU untuk mendatangkan Volunteers KOICA di bidang yang lain selain bidang Bahasa Korea, seperti bidang Pertanian dan lain sebagainya, maka kami harapkan USU dapat mengisi formulir pengusulan dari KOICA. Namun, mungkin prosesnya memakan waktu hingga 6 bulan bahkan 1 tahun. Karena bila telah kami terima formulir pengusulan tersebut, selanjutnya akan kami ajukan ke kantor Pusat Korea, kemudian mereka akan melakukan semacam advertising bagi siapa yang berminat untuk menjadi Volunteers di Indonesia," tambah Dory.
KOICA merupakan bagian dari Program Diplomasi kementerian Luar Negeri Korea, yang berupaya untuk menjalin persahabatan dengan Negara–negara lain. Seperti kerjasama dibidang pendidikan antara USU dan KOICA, yang berdampak pada hubungan baik antara Indonesia dan Korea. Berawal dari tahun 2009 silam, KOICA telah menugaskan Volunteers di Universitas Sumatera Utara dan pada tahun 2014 KOICA kembali melanjutkan kerjasama dengan USU dengan menugaskan Volunteers di Fakultas Ilmu Budaya USU. (Humas/Andi).