Tim dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar pelatihan budidaya dan pengolahan microgreens bagi anggota Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) PTPN IV Regional VI Unit Kebun Baru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat skema mandiri ini berlangsung di Gampong Pondok Kelapa, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Aceh, dan diikuti oleh 40 orang peserta yang merupakan istri karyawan dan pimpinan PTPN IV Regional VI Unit Kebun Baru.

Kegiatan yang mengusung tema "Introduksi Teknologi Budidaya Microgreens dan Inovasi Produk Pangan Bergizi sebagai Upaya Peningkatan Gizi Keluarga" ini dipimpin oleh Vira Irma Sari, S.P., M.Si. selaku ketua tim, bersama empat anggota tim pengabdian lainnya, yaitu Julieta Christy, S.P., M.Agr., Nur Ulina Warmisyah Br Sebayang, S.P., M.Agr., Rouzatul Nafisah, S.P., M.Si., dan Ns. Reisy Tane, M.Kep.



Menjawab Persoalan Ketahanan Pangan dan Rendahnya Konsumsi Sayur Anak


Kegiatan ini digagas untuk menjawab beberapa permasalahan yang dihadapi para ibu anggota IKBI seperti rendahnya tingkat konsumsi sayuran pada anak-anak akibat menu olahan yang kurang variatif dan kekhawatiran terhadap fluktuasi harga dan ketersediaan sayuran di pasar.


Microgreens merupakan tanaman muda yang dipanen pada usia 7–14 hari dengan tinggi sekitar 3–10 cm. Meski berukuran kecil, kandungan gizinya—seperti vitamin C, vitamin E, vitamin K, beta-karoten, flavonoid, senyawa fenolik, dan antioksidan—dilaporkan dapat mencapai 4 hingga 40 kali lebih tinggi dibandingkan tanaman dewasa dari jenis yang sama. Budidayanya pun tergolong sederhana sehingga mudah dipraktikkan oleh ibu rumah tangga di rumah masing-masing, bahkan hanya dengan memanfaatkan teras rumah.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi tentang manfaat, budidaya, dan pengolahan microgreens oleh Vira Irma Sari, S.P., M.Si., yang dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama peserta. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti praktik langsung menanam microgreens menggunakan starter kit yang telah dibagikan, terdiri dari tray, media tanam, handsprayer, dan benih sayuran.


Tim pengabdian juga mengajak para ibu mempraktikkan pengolahan microgreens menjadi dua produk pangan bergizi, yakni nugget microgreens berbahan dasar daging ayam, susu, roti tawar, telur, dan keju, serta smoothies dengan berbagai kombinasi buah seperti mangga-pepaya, pisang-nanas, semangka-daun mint, dan pisang-kurma yang dipadukan dengan microgreens sawi, air kelapa, dan madu.


Berdasarkan hasil wawancara pada tahap evaluasi, para peserta mengaku sangat antusias karena mendapatkan pengetahuan dan ide baru dalam menyiapkan menu sehat untuk keluarga, terutama untuk menyiasati anak-anak yang kurang menyukai sayuran. Rasa microgreens yang tidak dominan pada nugget dinilai memudahkan anak-anak mengonsumsi sayuran tanpa disadari, sementara smoothies yang dihasilkan dapat disimpan hingga satu minggu untuk memenuhi kebutuhan gizi dan serat keluarga.






Para Ibu Anggota IKBI berkomitmen untuk mempraktikkan budidaya microgreens di rumah masing-masing. Bahkan, pimpinan IKBI Unit Kebun Baru berencana menggelar kompetisi kreativitas olahan pangan berbahan microgreens untuk terus memantik semangat para anggotanya.


Kegiatan pengabdian ini merupakan salah satu bentuk implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya IKU 3 (Dosen Berkegiatan di Luar Kampus) dan IKU 5 (Hasil Kerja Dosen Digunakan oleh Masyarakat).


Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga sejalan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain:
1. SDG 2 – Tanpa Kelaparan (Zero Hunger): mendorong ketahanan pangan rumah tangga melalui kemampuan keluarga memproduksi sebagian kebutuhan sayurannya secara mandiri.
2. SDG 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being): meningkatkan kualitas gizi keluarga, khususnya anak-anak, melalui konsumsi pangan bergizi tinggi dari microgreens.
3. SDG 4 – Pendidikan Berkualitas (Quality Education): memberikan edukasi dan pelatihan keterampilan baru bagi ibu rumah tangga di luar jalur pendidikan formal.
4. SDG 5 – Kesetaraan Gender (Gender Equality): memberdayakan perempuan/ibu rumah tangga melalui peningkatan keterampilan yang berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan keluarga.
5. SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals): terjalinnya kolaborasi antara Fakultas Pertanian USU, PTPN IV Regional VI Unit Kebun Baru, dan organisasi IKBI dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.


Kolaborasi Fakultas Pertanian USU dan IKBI PTPN IV Regional VI Unit Kebun Baru diharapkan dapat menjadi alternatif kegiatan yang dapat bermanfaat dan mendukung ketahanan pangan keluarga. Fakultas Pertanian USU berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi pertanian yang aplikatif dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat, sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.