Supervisi Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara (USU), di UPTD Benih Induk Palawija Tanjung Selamat, Medan, memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman melalui keterlibatan langsung dalam proses produksi dan penanganan benih palawija. Kegiatan ini mendukung penguatan kompetensi teknis, profesionalisme, dan kesiapan kerja mahasiswa sekaligus memperkuat kemitraan USU dengan mitra industri dalam mendukung SDG 4, SDG 8, dan SDG 17.
Universitas Sumatera Utara (USU) terus memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa di lingkungan kerja profesional. Salah satu upaya tersebut dilaksanakan melalui supervisi PKL mahasiswa di UPTD Benih Induk Palawija, Tanjung Selamat, Medan, pada 20 Juli 2026.
Supervisi dilakukan oleh Beatrix Sofranes Napitupulu, S.Agr., M.Agr., dosen Fakultas Pertanian USU, untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan PKL mahasiswa yang berlangsung sejak 1 hingga 31 Juli 2026. Lima mahasiswa Program Studi Agroteknologi—Helsa Natasya br Sembiring (230301125), Hegita Veronika br Sembiring (230301145), Irfan Izzuddin (230301266), Andri Wifali (230301281), dan Sry Selpyana Sinaga (230301049)—ditempatkan pada Divisi Produksi dan Pelayanan Teknis (Yantek), khususnya bagian processing benih.
Menghubungkan Teori dengan Praktik
PKL menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan kondisi nyata di dunia kerja. Selain kompetensi teknis, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam komunikasi, kerja sama tim, ketelitian, serta kedisiplinan kerja di lingkungan produksi benih.
Selama PKL, mahasiswa terlibat langsung dalam rangkaian kegiatan produksi benih palawija, mulai dari penanaman benih, pemanenan, hingga proses sortasi dan grading benih untuk memastikan mutu benih yang dihasilkan sesuai standar. Mahasiswa juga berinteraksi langsung dengan petugas lapangan dan staf teknis Balai Benih dalam menjalankan setiap tahapan kegiatan.
Pengalaman ini memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai keterkaitan antara konsep agronomi yang dipelajari di kelas dengan praktik pengelolaan mutu benih di lapangan, khususnya dalam memastikan benih yang dihasilkan memenuhi standar daya tumbuh dan kemurnian genetik.
Membangun Kesiapan Kerja
Pada tahap awal, mahasiswa menghadapi tantangan dalam beradaptasi dengan lingkungan kerja unit PKL, termasuk ritme kerja, prosedur operasional, dan budaya kerja di Balai Benih. Melalui bimbingan petugas lapangan serta dorongan untuk aktif bertanya dan menggali informasi, mahasiswa secara bertahap mampu menyesuaikan diri dan menunjukkan perkembangan dalam melaksanakan tugas yang diberikan.
Hasil supervisi menunjukkan bahwa kelima mahasiswa mampu mengikuti kegiatan teknis dengan disiplin dan tanggung jawab, serta menunjukkan kerja sama dan komunikasi yang baik dengan staf Balai Benih.
Memperkuat Kemitraan Pendidikan dan Industri
Pelaksanaan PKL di UPTD Benih Induk Palawija Tanjung Selamat menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia kerja dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten dan adaptif. Melalui pengalaman langsung di unit produksi benih, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai tuntutan dunia kerja sekaligus kesempatan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.
Kegiatan ini merupakan kontribusi USU dalam mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis pengalaman, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kompetensi dan kesiapan kerja mahasiswa, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra industri.
Dengan demikian, supervisi PKL tidak hanya menjadi bagian dari evaluasi akademik, tetapi juga upaya untuk memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang relevan, mengembangkan kompetensi profesional, dan semakin siap memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.