Kabanjahe, Sumatera Utara — Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU) turut berpartisipasi dalam Business Matching and Community Market Linkage Expo 2026 yang berlangsung di Balai Milala Mas, Kabanjahe, Kabupaten Karo, Kamis (17/09/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkenalkan potensi serta produk lokal kepada masyarakat dan calon mitra.

Salah satu produk yang diperkenalkan adalah Art-teasant Chrysant Tea, minuman Ready to Drink (RTD) berbasis bunga krisan yang dikembangkan melalui penelitian Prof. Dr. Ir. Elisa Julianti, M.Si., bersama Syahira Addina, S.Pi., M.Si., Maya Pratiwi Hutabarat, S.TP., M.Si., Nazhifah Mahfuzhah, S.TP., M.Sc., R. B. Moh. Ibrahim Fatoni, S.Pi., M.P., dan Nursa’adah, S.ST., M.Agr.


Produk Ready to Drink Art-teasant Chrysant Tea yang diperkenalkan dalam expo.

Pengembangan produk tersebut dilakukan melalui kolaborasi FP USU dengan BUMDes Arih Ersada Raya, Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, dengan dukungan pendanaan Program Hilirisasi Riset Prioritas. Kolaborasi ini diarahkan untuk mengembangkan potensi bunga krisan menjadi produk pangan bernilai tambah.

Dihadiri Wakil Bupati Karo
Business Matching and Community Market Linkage Expo 2026 merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Karo dengan Corus International. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, S.P. Turut hadir Wakil Wali Kota Lhokseumawe, unsur Forkopimda Kabupaten Karo, perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara dan Bank Indonesia Perwakilan Lhokseumawe, jajaran perangkat daerah, Program Director Corus International, perwakilan Starbucks Foundation, para buyers, serta pelaku UMKM dan Gapoktan binaan.


Kunjungan Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, S.P. ke stand Art-teasant Chrysant Tea.

Kegiatan ini menghadirkan agenda Business Matching yang mempertemukan pelaku usaha binaan dan Gapoktan dengan calon buyers dari sektor perhotelan, restoran, eksportir, dan distributor. Selain itu, Community Market Linkage Expo menampilkan produk lokal dan kuliner khas Karo.

Dari Penelitian ke Pengembangan Produk
Art-teasant Chrysant Tea merupakan salah satu bentuk diversifikasi pemanfaatan bunga krisan. Komoditas yang menjadi bagian dari daya tarik Agrowisata Taman Seribu Bunga tersebut dikembangkan menjadi minuman dalam format Ready to Drink yang praktis untuk dikonsumsi.

Pada expo, produk ditampilkan dalam kemasan botol dan pouch. Tim juga menyediakan sampel untuk dicicipi pengunjung serta memberikan informasi mengenai produk. Kehadiran produk pada kegiatan ini menjadi salah satu tahap pengenalan produk yang dikembangkan melalui kemitraan perguruan tinggi dan BUMDes kepada masyarakat dan calon pasar.

Mahasiswa Teknologi Pangan Turut Mendukung Pameran
Kegiatan pameran juga melibatkan mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian USU, yaitu Ferina Alsari Dewie, Desy Valentina Simanjuntak, Hanif Rizqi Nurvandi, dan Muhammad Rafly Dwi Aqsa. Mereka membantu tim dosen dalam menata dan menjaga stand, menyiapkan produk dan sampel, melayani pengunjung, serta menyampaikan informasi mengenai Art-teasant Chrysant Tea.



Tim memperkenalkan dan mendiskusikan produk teh bunga krisan kepada pengunjung.

Keterlibatan mahasiswa memberikan pengalaman langsung dalam kegiatan pengenalan produk pangan, mulai dari penyajian dan pengemasan hingga komunikasi dengan konsumen dan pelaku usaha.

Dorong Pemanfaatan Potensi Lokal
Keikutsertaan Art-teasant Chrysant Tea dalam kegiatan ini memperlihatkan keterhubungan antara penelitian, pengembangan produk, kemitraan dengan masyarakat, dan pengenalan produk kepada calon pasar. Melalui kolaborasi FP USU dan BUMDes Arih Ersada Raya, pemanfaatan bunga krisan diarahkan tidak hanya sebagai komoditas florikultura, tetapi juga sebagai bahan baku produk pangan bernilai tambah.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Fakultas Pertanian USU dalam mendorong hilirisasi hasil penelitian serta memperkuat kemitraan dengan masyarakat dan dunia usaha melalui pengembangan inovasi pangan berbasis potensi lokal.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 melalui pengembangan produk yang berpotensi memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat, SDG 9 melalui hilirisasi riset dan inovasi pangan, SDG 12 melalui pemanfaatan potensi lokal menjadi produk bernilai tambah, serta SDG 17 melalui penguatan kemitraan antara perguruan tinggi, BUMDes, pemerintah, dan dunia usaha.