Ketergantungan peternak pada pakan pabrikan yang bermodal tinggi kini mulai teratasi di Desa Bandar Malela, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Kolaborasi Internasional, tim akademisi dari Universitas Sumatera Utara (USU) bersama akademisi dari Universiti Putra Malaysia (UPM) memodernisasi tata kelola pakan ternak warga setempat. Program ini dipimpin oleh Prof. Dr. Tulus, Vor.Dipl.Math., M.Si., Ph.D. (FMIPA USU) sebagai Ketua Tim, bersama tim ahli yang terdiri dari Dr. Amlys Syahputra Silalahi, SE., M.Si. (Ekonomi Manajemen USU), Ir. Peni Patriani, S.Pt., M.P., IPM, ASEAN Eng. (Peternakan USU), Helova Leonard Panjaitan, SP., MP. (Agribisnis USU), dan Ir. Suprianto, S.T., M.T., Ph.D. (Teknik Mesin USU). Program ini juga diperkuat oleh kolaborasi mitra internasional Assoc. Prof. Ir. Dr. Nuraini Abdul Aziz dari Universiti Putra Malaysia dan Ir. Tati Vidiana Sari, S.Pt, MP. IPM sebagai narasumber kegiatan.
Permasalahan yang dihadapi peternak di Desa Bandar Malela yaitu formulasi pakan dilakukan masih secara manual (trial and error) dan pengadukan pakan hanya mengandalkan sekop. Metode konvensional ini membuat kandungan nutrisi tidak merata sehingga pertumbuhan ternak tidak seragam, dan biaya pembelian pakan pabrikan membengkak. Masalah tersebut dapat diatasi oleh tim pengabdi melalui dua inovasi utama yaitu digitalisasi pakan melalui aplikasi feed smart dan teknologi mesin mixer pakan ternak. Aplikasi tersebut untuk memformulasikan pakan secara digital, menghitung kebutuhan pakan ternak, komposisi dan penggunaan bahan baku lokal terjangkau demi menekan biaya produksi. Sementara mesin mixer digunakan agar adonan pakan tercampur homogen dan higienis.
Hasil penerapan teknologi ini mencatatkan capaian sebesar 88% peternak sasaran telah aktif mengaplikasikan formulasi pakan secara digital dan mengoperasikan mesin mixer secara mandiri. Dampak finansialnya pun langsung dirasakan oleh masyarakat. Pendapatan peternak meningkat karena efisiensi biaya pakan berkurang berkat pemanfaatan bahan baku lokal. Di saat yang sama, bobot ternak tumbuh lebih cepat dan seragam akibat asupan nutrisi yang sesuai. Prof. Tulus menyampaikan bahwa program ini berfokus pada transfer teknologi (hard skill), tetapi juga pendampingan manajerial agribisnis (soft skill) serta pemanfaatan limbah pertanian sekitar untuk pakan ternak. Langkah ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Sustainable Development Goals khususnya Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi SDGs 8 dan Kehidupan Sehat dan Sejahtera yaitu Sustainable Development Goals 3. 