Medan, 17 September 2026 — Dalam upaya memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap praktik agribisnis kelapa sawit, Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara (FP USU) melaksanakan kunjungan lapangan ke PTPN IV Regional II Unit Kebun dan Pabrik Adolina pada Kamis, 17 September 2026. Kegiatan ini bertujuan melengkapi materi teoretis yang telah dipelajari mahasiswa di bangku perkuliahan melalui pengamatan langsung terhadap kegiatan budidaya, pemanenan, dan pengolahan kelapa sawit.
Selama mengikuti perkuliahan, mahasiswa umumnya mempelajari berbagai tahapan pengelolaan kelapa sawit melalui buku, foto, dan video pembelajaran. Melalui kunjungan lapangan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi perkebunan, teknik pemeliharaan tanaman, serta proses pengolahan tandan buah segar (TBS) di pabrik kelapa sawit. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa menghubungkan konsep yang dipelajari di kelas dengan penerapannya dalam kegiatan operasional perkebunan dan industri kelapa sawit.
Kedatangan mahasiswa Program Studi Agribisnis disambut dengan baik oleh jajaran pimpinan dan staf PTPN IV Regional II Unit Adolina. Kegiatan ini didampingi oleh Bapak Fithrian Dwi Susetyo dan Bapak Muhammad Kevin Bramantyo selaku Asisten Kepala, Bapak Jealsohn Nico Sinulingga, S.T.P. selaku Manajer Pabrik, Bapak Yasin selaku Asisten Pabrik, serta staf PTPN IV lainnya yang turut memberikan penjelasan selama kunjungan berlangsung. Adapun dosen pendamping dari FP USU adalah Prof. Dr. Ir. Charloq, M.P., Vira Irma Sari, S.P., M.Si., Nursaadah, S.ST., M.Agr., dan Rouzatul Nafisah, S.P., M.Si.
Rangkaian kunjungan mencakup tiga aspek utama, yaitu pembibitan, pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM), serta pengolahan TBS di pabrik kelapa sawit. Pada area pembibitan, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai tahapan pemeliharaan bibit di pre-nursery dan main-nursery, mulai dari penanaman kecambah, seleksi bibit, penyiraman, hingga pemupukan. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan penangkaran Elaeidobius kamerunicus, yaitu serangga penyerbuk kelapa sawit yang berperan penting dalam proses penyerbukan dan pembentukan buah. Keberadaan serangga ini mendukung peningkatan fruit set, sehingga berkontribusi terhadap potensi produksi tandan buah kelapa sawit.

Pada area perkebunan, mahasiswa mempelajari praktik pemeliharaan TBM dan TM, termasuk teknik penyemprotan herbisida untuk pengendalian gulma dan aplikasi pupuk guna mendukung pertumbuhan serta produktivitas tanaman. Selain itu, mahasiswa memperoleh pengetahuan mengenai cara memperkirakan umur tanaman melalui karakteristik dan jumlah pelepah. Aspek menarik lainnya adalah pengenalan teknologi drone untuk mendukung kegiatan sensus tanaman. Pemanfaatan teknologi ini memberikan gambaran kepada mahasiswa tentang penerapan inovasi digital dalam pengelolaan perkebunan modern agar kegiatan pemantauan tanaman dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke pabrik kelapa sawit untuk mengamati proses pengolahan TBS secara langsung. Mahasiswa melihat tahapan pengolahan pada berbagai stasiun, mulai dari perebusan buah menggunakan lori, pemisahan tandan kosong dari buah, pengolahan buah menjadi minyak kelapa sawit, hingga penanganan limbah yang dihasilkan dari kegiatan pabrik. Pengamatan ini memberikan pemahaman mengenai keterkaitan antara kualitas bahan baku dari perkebunan, efisiensi proses produksi, mutu hasil olahan, dan pengelolaan lingkungan dalam industri kelapa sawit.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teknis mengenai budidaya dan pengolahan kelapa sawit, tetapi juga dapat melihat bagaimana berbagai tahapan produksi saling terhubung dalam suatu sistem agribisnis. Pengetahuan ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa Agribisnis untuk memahami aspek produksi, efisiensi operasional, pemanfaatan teknologi, serta keberlanjutan usaha perkebunan dan industri pengolahan kelapa sawit.
Kunjungan lapangan ini memberikan manfaat besar dalam memperluas wawasan dan pengalaman mahasiswa. Bagi mahasiswa Kelas AGB 1 dan AGB 2 Angkatan 2025, kegiatan ini juga menjadi pengalaman field trip pertama selama menempuh pendidikan di Program Studi Agribisnis. Interaksi langsung dengan praktisi perkebunan dan pabrik memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan kerja profesional, mengamati penerapan standar operasional, serta memperoleh pengetahuan praktis yang melengkapi pembelajaran di ruang kelas.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan penguatan kompetensi mahasiswa; SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, melalui pengenalan teknologi drone dan proses industri pengolahan kelapa sawit; serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui pembelajaran mengenai efisiensi proses produksi dan pengelolaan limbah pabrik. Dengan demikian, kunjungan lapangan tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan akademik, tetapi juga mendorong pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya inovasi dan praktik agribisnis yang berkelanjutan.
Fakultas Pertanian USU menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PTPN IV Regional II Unit Kebun dan Pabrik Adolina atas sambutan, pendampingan, serta kesempatan belajar yang diberikan kepada mahasiswa. Ke depan, FP USU dan PTPN IV diharapkan dapat terus berkolaborasi dan menjalin silaturahmi melalui berbagai kegiatan edukatif dan kunjungan lapangan guna meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa, khususnya dalam memahami budidaya, pengelolaan perkebunan, dan industri pengolahan kelapa sawit secara menyeluruh. Sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri ini diharapkan dapat mendukung terbentuknya lulusan Agribisnis yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan sektor perkebunan di masa mendatang.