Akademisi dari Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara terus berkomitmen untuk menghasilkan riset yang aplikatif. Dalam penelitian bidang ilmu daging (meat science), tim peneliti yang terdiri dari Ir. Peni Patriani S.Pt., M.P, IPM, ASEAN Eng bersama Ir. Galih Ari Wirawan Siregar, S.Pt.,M.Si.,IPM.,CIT, telah menemukan inovasi pada teknologi pengolahan pangan hewani. Inovasi tersebut berfokus pada metode pengolahan daging sapi kering menggunakan Asam Keranji (Dialium indium). Riset ini mengedepankan pemanfaatan ekstrak asam keranji, sebuah rempah lokal berbasis asam, dalam tahapan marinasi pembuatan daging sapi kering.
Penggunaan bahan baku alami dalam tahapan marinasi tersebut khusus sebagai pengawet alternatif. Tujuannya adalah untuk meningkatkan dan mempertahankan kualitas fisik serta karakteristik organoleptik daging sapi kering. Melalui formulasi penambahan asam keranji yang tepat, metode ini terbukti efektif memperpanjang umur simpan produk, menjaga tekstur daging agar tetap optimal bagi konsumen dan meningkatkan cita rasa alami pada produk akhir. Atas temuan inovatif dan nilai kebaruannya, riset ini telah mendapatkan pengakuan dan perlindungan hukum secara resmi dari Kementerian Hukum Republik Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dengan diterimanya Sertifikat Paten Sederhan dengan nomor registrasi IDS000014194.
Pengembangan teknologi tepat guna dalam teknik pengawetan daging sapi ini berorientasi pada aspek keilmuan serta sejalan dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 2 yaitu Tanpa Kelaparan (Zero Hunger) untuk ketahanan pangan. Penggunaan teknik pengawetan alami akan memastikan pasokan sumber protein hewani dapat disimpan lebih lama dan didistribusikan secara lebih luas, sehingga menjamin ketersediaan pangan bergizi. Pemanfaatan asam keranji juga memberikan solusi pengawet nabati yang jauh lebih aman bagi kesehatan. Inovasi ini mampu menekan tingkat ketergantungan industri pangan pada penggunaan bahan pengawet kimia sintetik. Hasilnya Adalah produk olahan daging yang awet dan sehat untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas.
Akademisi Peternakan FP USU Raih Paten atas Inovasi Pengawetan Daging Sapi dengan Asam Keranji
BeritaDosen USU Kembangkan Model Desa Tangguh Banjir di Desa Cempa Langkat
BeritaPATPI Cabang Medan Periode 2026–2030 Resmi Dilantik, Perkuat Kolaborasi Kedaulatan Pangan