Medan, 5 September 2026 – Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) resmi melantik Pengurus Cabang Medan dan Cabang Kendari periode 2026–2030 dalam kegiatan Kuliah Umum dan Pelantikan bertema “Sustainability: Kedaulatan Pangan untuk Indonesia Emas” yang dilaksanakan secara hybrid di Aula Polbangtan Medan, Sabtu (5/9/2026).
Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PATPI, Giyatmi. Untuk periode 2026–2030, PATPI Cabang Medan dipimpin oleh Adrian Hilman, S.TP., M.Sc., Ph.D. dari Universitas Sumatera Utara (USU). Sejumlah sivitas akademika USU juga dipercaya mengisi berbagai posisi dalam kepengurusan, memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan profesi, riset, dan inovasi di bidang teknologi pangan.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menekankan bahwa kedaulatan pangan merupakan bagian penting dari kekuatan bangsa. Pemanfaatan teknologi, hilirisasi, dan sumber daya lokal dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“PATPI memiliki peran strategis menghadirkan inovasi yang menjamin ketahanan pangan dan kesejahteraan petani,” ujar Menteri Pertanian.
Ketua Umum PATPI, Giyatmi, menyampaikan bahwa tantangan pangan yang semakin kompleks membutuhkan sinergi antara ilmu pengetahuan, pemerintah, industri, dan masyarakat. PATPI diharapkan dapat menjadi jembatan yang memperkuat kolaborasi tersebut sekaligus mendorong setiap cabang untuk mengembangkan potensi pangan unggulan di wilayahnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua PATPI Cabang Medan, Adrian Hilman, mengajak berbagai perguruan tinggi untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi persoalan pangan. Menurutnya, pengetahuan yang dihasilkan di lingkungan akademik perlu diterjemahkan menjadi karya dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Tantangan pangan bukan urusan pribadi, melainkan urusan kita bersama. Mari kita bangun kolaborasi antarperguruan tinggi di Medan. Wujudkan pengetahuan menjadi karya, karya menjadi inovasi, dan dari inovasi lah kemajuan pangan yang nyata,” ungkap Adrian.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kuliah umum yang membahas sejumlah isu strategis terkait masa depan pangan Indonesia. Giyatmi membahas tantangan demografi dan pentingnya hilirisasi pangan, sementara Prof. Dr. Ir. Posman Sibuea, M.S. menyoroti potensi kekayaan pangan lokal Indonesia sebagai basis kedaulatan pangan. Adapun Hasrul Abdi Hasibuan membahas tantangan perubahan iklim terhadap sektor perkebunan serta peluang bonus demografi Indonesia.
Ketiga materi tersebut menekankan pentingnya riset, inovasi teknologi, diversifikasi pangan lokal, pengurangan kehilangan pangan, hilirisasi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan iklim. Perguruan tinggi dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat pengembangan pengetahuan dan inovasi yang dapat menjawab berbagai tantangan pangan secara berkelanjutan.
Untuk memperkuat peran organisasi, PATPI Cabang Medan periode 2026–2030 menetapkan lima orientasi utama, yaitu Professional Growth, Food Innovation, Industry & Government Linkage, Food for Society, dan PATPI Community. Kelima orientasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kompetensi anggota, mendorong riset dan inovasi pangan yang aplikatif, memperkuat hubungan dengan industri dan pemerintah, menghadirkan solusi bagi masyarakat, serta membangun organisasi yang aktif dan kolaboratif.
Keterlibatan sivitas akademika USU dalam kepengurusan PATPI Cabang Medan menjadi bagian dari kontribusi Fakultas Pertanian USU dalam memperkuat ekosistem pangan melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan kemitraan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya solusi teknologi pangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kedaulatan pangan Indonesia.
Upaya tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan ketahanan pangan, diversifikasi pangan lokal, dan pertanian berkelanjutan. Pengembangan kompetensi dan pengetahuan di bidang teknologi pangan turut mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), sementara inovasi dan hilirisasi pangan yang menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Di sisi lain, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, organisasi profesi, dan masyarakat dalam membangun sistem pangan berkelanjutan memperkuat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
PATPI Cabang Medan Periode 2026–2030 Resmi Dilantik, Perkuat Kolaborasi Kedaulatan Pangan
BeritaFakultas Pertanian USU Perkuat Riset Nematoda Padi melalui Kolaborasi Nasional dan Internasional
BeritaFP USU Dorong Pemulihan Ekonomi dan Ketahanan Pakan Ternak Pascabencana di Kabupaten Langkat