Langkat, 3 September 2026 — Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU) melalui tim pengabdian kepada masyarakat melaksanakan program bertajuk “Pemulihan Ekonomi dan Ketahanan Pakan Ternak Pasca Bencana di Kabupaten Langkat Melalui Pelatihan Ransum Berbasis Limbah Sawit Fermentasi Mikroorganisme Lokal” pada Kamis, 3 September 2026. Kegiatan dilaksanakan di Desa Cempa, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, sebagai upaya mendukung pemulihan masyarakat setelah bencana banjir.

Program pengabdian ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri atas Dr. Ir. Nevy Diana Hanafi, S.Pt., M.Si., IPM., Ir. Achmad Sadeli, S.Pt., M.Si., IPM., Dr. Ir. Ma’ruf Tafsin, M.Si., IPM., dan Assoc. Prof. Ts. Dr. Khairiyah binti Mad, dengan melibatkan mahasiswa Program Studi Sarjana Peternakan dan Program Studi Magister Ilmu Peternakan Fakultas Pertanian USU.

Kegiatan difokuskan pada upaya membantu masyarakat dalam memulihkan kondisi ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan usaha peternakan pascabencana. Salah satu tantangan yang dihadapi peternak setelah banjir adalah ketersediaan pakan yang dapat memengaruhi keberlangsungan pemeliharaan ternak dan pendapatan masyarakat.

Melalui kegiatan pelatihan dan penyuluhan, masyarakat diberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai teknik pengolahan serta fermentasi limbah kelapa sawit dengan memanfaatkan mikroorganisme lokal. Limbah sawit yang sebelumnya kurang termanfaatkan diolah menjadi bahan pakan yang lebih bernutrisi sehingga dapat digunakan sebagai alternatif sumber pakan ternak.





Pemanfaatan limbah kelapa sawit sebagai bahan pakan juga menjadi bagian dari upaya mendorong penerapan prinsip ekonomi sirkular di tingkat masyarakat. Selain membantu mengurangi limbah, pengolahan tersebut berpotensi menekan biaya pakan dan membuka peluang pengembangan usaha berbasis sumber daya lokal.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar secara produktif dan berkelanjutan. Dengan keterampilan pengolahan pakan yang diperoleh, masyarakat diharapkan memiliki alternatif untuk menjaga keberlangsungan usaha peternakan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga pascabencana.

Pelaksanaan program tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui dukungan terhadap pemulihan ekonomi masyarakat, SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan ketahanan pangan dan pakan ternak, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan peluang usaha berbasis potensi lokal, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi sumber pakan yang bernilai guna.

Melalui pengabdian kepada masyarakat ini, FP USU terus mendorong penerapan ilmu pengetahuan dan inovasi untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam membangun masyarakat yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.