Medan — Prof. Dr. Lisnawita, S.P., M.Si., Ketua Program Studi Doktor (S3) Ilmu Pertanian, sekaligus dosen Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU), melaksanakan penelitian melalui Hibah Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) Tahun 2026 Skema B. Penelitian bertajuk “Keragaman Genetik Populasi dan Mikrobioma Meloidogyne graminicola serta Implikasinya terhadap Kehilangan Hasil Padi” ini melibatkan USU, Universitas Gadjah Mada (UGM), IPB University, Universitas Medan Area (UMA), serta Wageningen University & Research (WUR), Belanda.

Riset tersebut mengkaji Meloidogyne graminicola, nematoda parasit tumbuhan yang menyerang akar padi dan berpotensi mengganggu pertumbuhan serta produktivitas tanaman. Kajian memadukan survei agroekologi, pengamatan gejala dan kelimpahan nematoda secara mikroskopis, karakterisasi genetik, serta analisis komunitas mikroba yang berkaitan dengan lingkungan perakaran padi.

Pendekatan terpadu ini diperlukan untuk memahami variasi populasi nematoda pada kondisi agroekosistem yang berbeda. Informasi yang dihasilkan diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan strategi pengelolaan nematoda yang lebih akurat, ramah lingkungan, dan sesuai dengan kondisi pertanaman padi di Sumatera Utara.

Menjangkau Delapan Kabupaten di Sumatera Utara

Pengambilan sampel dilakukan pada lokasi pertanaman padi di delapan kabupaten, yaitu Deli Serdang, Serdang Bedagai, Langkat, Simalungun, Samosir, Humbang Hasundutan, Toba, dan Tapanuli Utara. Keragaman wilayah, elevasi, kondisi air, serta karakter pertanaman memungkinkan tim membandingkan keberadaan gejala puru akar, kelimpahan nematoda, dan kondisi lingkungan pada berbagai agroekosistem padi.





Di lapangan, tim mendokumentasikan kondisi tanaman dan perakaran, gejala puru akar, karakter lingkungan, serta mengambil sampel akar dan tanah untuk pemeriksaan laboratorium. Analisis lanjutan dilakukan secara kolaboratif sesuai dengan keahlian dan fasilitas yang dimiliki masing-masing perguruan tinggi.

“Pengendalian nematoda padi memerlukan informasi yang kuat mengenai sebaran, kondisi agroekologi, keragaman populasi, dan komunitas mikroba pada lingkungan perakaran. Melalui kolaborasi ini, kami berupaya membangun dasar ilmiah untuk merancang pengelolaan yang efektif sekaligus menjaga keberlanjutan agroekosistem padi,” jelas Lisnawita.

Kolaborasi Riset dan Penguatan Kapasitas Akademik

Kolaborasi USU, UGM, IPB University, UMA, dan Wageningen University & Research (WUR) mempertemukan keahlian dalam epidemiologi penyakit tanaman, nematologi, biologi molekuler, mikrobioma, dan analisis agroekologi. Sinergi nasional dan internasional tersebut memperkuat mutu pengumpulan dan analisis data, pertukaran pengetahuan, serta jejaring riset perlindungan tanaman FP USU.

Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran berbasis penelitian bagi mahasiswa dan dosen pada bidang Hama dan Penyakit Tumbuhan, khususnya penyakit tumbuhan. Keterlibatan dalam survei lapangan, penanganan sampel, pemeriksaan laboratorium, pengelolaan data, dan pembahasan hasil turut memperkuat kompetensi riset dalam menjawab persoalan nyata di sektor pertanian.

Hasil penelitian diharapkan menghasilkan informasi mengenai kondisi agroekologi yang berkaitan dengan kejadian puru akar dan kelimpahan nematoda, karakter genetik populasi, serta struktur komunitas mikroba pada lingkungan perakaran. Temuan tersebut akan menjadi pijakan untuk penelitian lanjutan dan perumusan pengelolaan kesehatan tanaman padi yang lebih berkelanjutan.





Kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Penelitian ini memiliki kontribusi langsung dan kontribusi pendukung terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Keterkaitannya terutama terlihat pada sasaran berikut:
SDG 2 Tanpa Kelaparan, khususnya Target 2.4 dan 2.a, melalui penguatan riset pertanian dan penyediaan dasar ilmiah bagi sistem produksi pangan yang produktif, tangguh, dan berkelanjutan.
SDG 4 Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran berbasis riset dan peningkatan kompetensi mahasiswa dan dosen dalam survei, analisis laboratorium, pengelolaan data, dan komunikasi ilmiah.
SDG 9 Industri Inovasi dan Infrastruktur, khususnya Target 9.5, melalui penguatan kapasitas riset serta pemanfaatan pendekatan mikroskopis, molekuler, dan analisis mikrobioma untuk menjawab persoalan perlindungan tanaman.
SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui pengembangan pengetahuan yang berpotensi mendukung pengelolaan organisme pengganggu tanaman secara lebih tepat, efisien, dan ramah lingkungan.
SDG 15 Ekosistem Daratan, melalui kajian kesehatan tanah, keanekaragaman mikroba, dan interaksi biotik di lingkungan perakaran sebagai bagian dari keberlanjutan agroekosistem.
SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, khususnya Target 17.6 dan 17.16, melalui pertukaran pengetahuan, pemanfaatan keahlian lintas institusi, serta penguatan kemitraan riset nasional dan internasional.

Dari keenam tujuan tersebut, kontribusi paling langsung terdapat pada SDG 2, SDG 9, dan SDG 17 karena penelitian berfokus pada keberlanjutan produksi padi, penguatan inovasi ilmiah, dan kolaborasi antarlembaga. Kontribusi terhadap SDG 4, SDG 12, dan SDG 15 bersifat pendukung melalui pengembangan kompetensi, arah pengelolaan yang bertanggung jawab, dan pemahaman kesehatan agroekosistem.

Melalui RKI Tahun 2026 Skema B, FP USU menegaskan komitmennya untuk menghasilkan pengetahuan yang relevan bagi pertanian Sumatera Utara. Kolaborasi nasional dan internasional ini diharapkan berkembang menjadi jejaring penelitian jangka panjang yang mendukung kesehatan tanaman, ketahanan pangan, dan pengelolaan agroekosistem padi berbasis bukti ilmiah.