Medan, 23 September 2026 – Dosen Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara (USU), mempresentasikan hasil penelitian mengenai biodiversitas ikan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Belawan, Sumatera Utara, dalam The 8th International Conference on Natural Resources and Technology (ICOnART) 2026, yang berlangsung pada 23 September 2026.

Paper berjudul “Fish Biodiversity in the Belawan Watershed, North Sumatra Province, Indonesia” dipresentasikan oleh Nurasiah Riza, M.Si., bersama tim peneliti Rusdi Leidonald dan Ahmad Muhtadi. Penelitian tersebut merupakan salah satu luaran dari penelitian mahasiswa MSP USU, Nelfi Astria Panjaitan, yang juga tercantum sebagai salah satu penulis paper.



Selain berpartisipasi melalui presentasi hasil penelitian, Julia Syahriani Hasibuan, M.Sc., Dosen Program Studi MSP USU, turut mendapat kesempatan menjadi salah satu moderator dalam sesi pada The 8th ICOnART 2026. Keterlibatan tersebut menunjukkan partisipasi aktif sivitas akademika MSP USU dalam forum ilmiah internasional, tidak hanya sebagai presenter, tetapi juga dalam mendukung pelaksanaan dan diskusi ilmiah pada konferensi.

Penelitian dilaksanakan pada Juli–Agustus 2025 di 14 stasiun pengamatan yang tersebar di Sungai Belawan dan anak-anak sungainya, meliputi kawasan Lalang, Tanjung Selamat, Tuntungan, Sembahe, Sibolangit, hingga Bandar Baru. Pengambilan sampel ikan menggunakan beberapa alat tangkap, yaitu jala, perangkap ikan, pancing, dan electrofishing.

Hasil penelitian mencatat sebanyak 12 spesies ikan yang tergolong dalam 8 famili dan 5 ordo. Famili Cyprinidae menjadi kelompok dengan kekayaan spesies tertinggi, dengan empat spesies yang ditemukan selama penelitian. Beberapa jenis ikan yang tercatat antara lain Hemibagrus nemurus, Rasbora sumatrana, Oxyeleotris marmorata, Channa striata, Hampala macrolepidota, Mystacoleucus marginatus, Rasbora lateristriata, serta dua jenis Glyptothorax.

Salah satu temuan menarik adalah dominannya kelimpahan Rasbora lateristriata, dengan 30 individu, diikuti Poecilia sp. sebanyak 25 individu dan Hampala macrolepidota sebanyak 21 individu. Sebaliknya, Hemibagrus nemurus merupakan spesies dengan kelimpahan terendah, yaitu hanya satu individu. Hasil tersebut menunjukkan adanya variasi komposisi komunitas ikan yang berkaitan dengan karakteristik habitat dan kondisi lingkungan pada masing-masing bagian DAS Belawan.



Analisis struktur komunitas menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman ikan bervariasi antarstasiun, dengan kondisi keanekaragaman rendah hingga sedang. Keseragaman komunitas juga bervariasi, sementara dominansi spesies ditemukan pada dua stasiun pengamatan. Pola tersebut mengindikasikan adanya perbedaan struktur komunitas ikan di sepanjang DAS yang berkaitan dengan karakteristik habitat dan kondisi lingkungan lokal.

Dari aspek lingkungan perairan, hasil pengukuran menunjukkan bahwa kondisi DAS Belawan secara umum masih mendukung kehidupan ikan. Konsentrasi oksigen terlarut (DO), misalnya, berkisar 6,2–9,3 mg/L, sementara pH berkisar 6,6–9,7. Penelitian juga menemukan heterogenitas pada kecepatan arus, kedalaman, dan transparansi perairan yang berpotensi memengaruhi distribusi dan komposisi komunitas ikan.

Kajian ini menjadi penting karena DAS Belawan menghadapi tekanan dari perkembangan kawasan perkotaan, industri, perubahan penggunaan lahan, serta aktivitas manusia lainnya. Paper tersebut menekankan bahwa informasi biodiversitas ikan pada skala DAS masih terbatas sehingga hasil penelitian ini dapat menjadi informasi dasar (baseline) untuk konservasi dan pengelolaan sumber daya ikan air tawar secara berkelanjutan di DAS Belawan.

Keikutsertaan dosen dan mahasiswa MSP USU dalam ICOnART 2026 sekaligus memperlihatkan penguatan integrasi antara pendidikan, penelitian, dan publikasi ilmiah di lingkungan Program Studi MSP. Penelitian mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk memenuhi tugas akademik, tetapi juga dikembangkan bersama dosen menjadi karya ilmiah yang dapat didiseminasikan melalui forum ilmiah internasional.

Penelitian biodiversitas ikan DAS Belawan juga relevan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 6 – Clean Water and Sanitation, melalui penyediaan informasi ilmiah mengenai kondisi ekosistem perairan tawar, serta SDG 15 – Life on Land, khususnya perlindungan dan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem air tawar dan keanekaragaman hayatinya.

Melalui penelitian, publikasi, dan keterlibatan aktif dalam forum ilmiah internasional seperti ICOnART, MSP Fakultas Pertanian USU terus mendorong pengembangan riset berbasis ekosistem dan DAS sebagai landasan ilmiah bagi konservasi biodiversitas, pemantauan kesehatan ekosistem, dan pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan.