Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) menjadi tuan rumah pelantikan Himpunan Ilmuwan Peternakan Indonesia (HILPI) Cabang Sumatera Utara pada Senin (4/8/2025) di Gedung DH Penny.

Acara berlangsung khidmat dan dihadiri Dekan Fakultas Pertanian USU, Prof. Dr. Ir. Tavi Supriana, MS., Ketua Umum HILPI Pusat, Prof. Dr. Ir. Asep Gunawan, M.Sc., para pengurus HILPI, akademisi, serta tamu undangan dari berbagai institusi.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum HILPI Pusat yang menyerahkan Surat Keputusan kepada pengurus HILPI Cabang Sumatera Utara periode 2025–2028. Pengurus yang dilantik berasal dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Sumatera Utara, peneliti BRIN, BRMP Kementan, serta praktisi industri.

Susunan pengurus inti:

Ketua Umum: Ir. Achmad Sadeli, S.Pt., M.Sc., IPM., ASEAN.Eng.

Wakil Ketua: Dr. Ir. Nevy Diana Hanafi, S.Pt., M.Si., IPM.

Sekretaris Umum: Winda Fransisca Saragih, S.Pt., M.Pt.

Bendahara Umum: Yusni Khairani Tampubolon, S.Pt., M.Sc.



HILPI memiliki visi “Terdepan sebagai inovator IPTEKS peternakan berbasis alam dan budaya Indonesia” dengan misi menggali informasi alam dan budaya Indonesia di bidang peternakan, menciptakan dan menerapkan IPTEKS untuk meningkatkan daya saing peternak, serta mengajarkan dan mewariskan IPTEKS kepada generasi penerus.

Bidang kerja organisasi meliputi internal organisasi, seminar dan publikasi ilmiah, promosi dan komunikasi publik, strategi dan kebijakan, riset dan diseminasi, kerja sama antar lembaga, serta pengembangan SDM dan koordinasi cabang.

Dengan terbentuknya kepengurusan HILPI Cabang Sumatera Utara periode 2025–2028, diharapkan kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan praktisi semakin kuat dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi peternakan yang inovatif, berkelanjutan, serta sesuai dengan potensi alam dan budaya Indonesia. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi yang mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing peternak, sekaligus berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan sektor peternakan yang berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta diperkuat melalui SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.