Medan, 10 Juni 2026 – Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU) menerima kunjungan delegasi dari Peking University dan Yayasan Gajah Sumatera (Yagasu) di Ruang Rapat Dekan FP USU, Rabu (10/6/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam menjajaki peluang kerja sama strategis yang berfokus pada penguatan pendidikan, penelitian, serta pengembangan inovasi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim dan pengelolaan wilayah pesisir.
Delegasi Peking University dipimpin oleh Prof. Ruili Li dan Prof. Guoyu Qiu bersama delapan anggota lainnya. Sementara itu, delegasi Yagasu terdiri atas empat perwakilan. Dari pihak FP USU, kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FP USU, Dr. Rulianda Purnomo Wibowo, S.P., M.Ec., didampingi staf ahli dekan serta dosen Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan.
Dalam suasana diskusi yang berlangsung produktif, para peserta membahas berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan pada masa mendatang. Sejumlah program menjadi fokus pembahasan, di antaranya riset bersama, penyelenggaraan summer course, pertukaran mahasiswa (student exchange), joint supervision, hingga penguatan jejaring akademik internasional. Melalui kolaborasi tersebut, ketiga institusi berharap dapat meningkatkan kapasitas penelitian sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia yang mampu menjawab berbagai tantangan lingkungan global.
Dekan FP USU, Dr. Rulianda Purnomo Wibowo, menyampaikan harapannya agar penjajakan kerja sama ini dapat berkembang menjadi kemitraan yang memberikan dampak nyata bagi pengembangan institusi, dunia akademik, dan masyarakat.
“Saya berharap kerja sama tripartit ini dapat terjalin di beberapa bidang yang nantinya dapat mendukung kemajuan Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas, hingga pengembangan ekonomi biru (Blue Economy) bagi Indonesia,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, CEO Yagasu, Bambang Suprayogi, menjelaskan bahwa Yagasu telah lebih dahulu menjalin kolaborasi dengan Peking University melalui program restorasi mangrove di Sumatera. Pengalaman tersebut dinilai menjadi fondasi yang kuat untuk memperluas sinergi bersama FP USU dalam berbagai program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Prof. Guoyu Qiu memaparkan sejumlah topik penelitian yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara kolaboratif, antara lain perubahan iklim, blue carbon, keanekaragaman hayati, serta rehabilitasi kawasan pesisir. Menurutnya, bidang-bidang tersebut memiliki peran penting dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir di Indonesia.
Melalui pertemuan ini, FP USU kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring kerja sama internasional sebagai bagian dari penguatan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Diharapkan, penjajakan kerja sama antara FP USU, Peking University, dan Yagasu dapat segera diwujudkan dalam bentuk program-program konkret yang memberikan manfaat bagi dunia akademik, pelestarian lingkungan, dan pengembangan ekonomi biru Indonesia.
Komitmen tersebut juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kolaborasi akademik internasional dan peningkatan kapasitas pendidikan tinggi, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengembangan riset mengenai perubahan iklim, karbon biru, dan rehabilitasi ekosistem pesisir, SDG 14 (Ekosistem Lautan) melalui dukungan terhadap pengelolaan sumber daya pesisir dan ekonomi biru yang berkelanjutan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi nonpemerintah lintas negara dalam menghasilkan inovasi yang berkontribusi bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia maupun tingkat global.