Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan (MSP), Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara (USU), bekerja sama dengan Yeah Foundation melaksanakan penelitian biodiversitas akuatik di Estuari Baharu. Kegiatan ini juga melibatkan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat kolaborasi dalam kajian keanekaragaman hayati perairan.

Kegiatan tersebut diketuai oleh Dr. Ahmad Muhtadi, bersama Rusdi Leidonald, M.Sc., dari Prodi MSP USU, serta Prawira A. Tampubolon, M.F.Sc., dari BRIN. Penelitian ini diarahkan untuk mengungkap kekayaan biota akuatik dan menyediakan informasi dasar bagi pengelolaan ekosistem Estuari Baharu secara berkelanjutan.

Sebagai wilayah peralihan antara sungai dan laut, estuari memiliki kondisi lingkungan yang dinamis. Pertemuan air tawar dan air laut membentuk beragam habitat yang mendukung kehidupan organisme akuatik. Pendataan biodiversitas diperlukan untuk memahami kekayaan jenis, karakteristik habitat, serta kebutuhan konservasi ekosistem tersebut.

Dosen dan mahasiswa Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan (MSP) FP USU bersama mitra melakukan pengambilan sampel dan pengamatan biota akuatik di Estuari Baharu dalam rangka penelitian biodiversitas perairan


Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari PLPS penelitian mahasiswa Prodi MSP USU dengan mitra Yeah Foundation. Melalui keterlibatan dalam penelitian, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan di ruang kuliah dengan kondisi nyata di lapangan, sekaligus belajar bersama dosen, peneliti, dan mitra.

Keterlibatan mahasiswa diarahkan untuk memperkuat kemampuan pengamatan lapangan, pengumpulan dan pencatatan data, identifikasi biota, serta pemahaman hubungan antara organisme dan lingkungannya. Pengalaman ini juga menjadi sarana untuk membangun ketelitian ilmiah, kerja sama tim, dan kepedulian terhadap kelestarian sumber daya perairan.

Kolaborasi antara akademisi USU, Yeah Foundation, dan peneliti BRIN diharapkan memperkaya pertukaran pengetahuan serta memperkuat kualitas kajian biodiversitas akuatik. Informasi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi pijakan bagi penelitian lanjutan, pemantauan ekosistem, dan penyusunan rekomendasi pengelolaan Estuari Baharu.

Kegiatan ini mencerminkan integrasi pendidikan, penelitian, dan kemitraan dalam mendukung pelestarian lingkungan. Pelaksanaannya sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran berbasis penelitian; SDG 14: Ekosistem Lautan, melalui penguatan informasi biodiversitas pesisir dan estuari; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi perguruan tinggi, lembaga mitra, dan peneliti.