Medan – FP USU: Telah terlaksana Pelatihan Aplikasi Satu Atap dan E-Learning dalam rangka meningkatkan capaian Rencana Strategis Fakultas Pertanian USU Tahun 2020–2024 terkait persentase layanan berbasis online. Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid di Ruang Seminar Gedung DH. Penny pada Sabtu, 15 Oktober 2022.
Kegiatan diawali dengan kata sambutan oleh Wakil Dekan I Fakultas Pertanian, Dr. Lisnawita, S.P., M.Si., dan dilanjutkan dengan pembukaan acara oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Dr. Ir. Tavi Supriana, M.S. Pelatihan ini menghadirkan tiga narasumber yang ahli di bidangnya.


Pemateri pertama adalah Dr. Nurman Achmad, M.Soc.Sc., Direktur Direktorat Reformasi Birokrasi dan Transformasi sekaligus dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Materi yang disampaikan bertema "Pemutakhiran Bahan Ajar dan Penugasan Berbasis E-Learning.”

Pada sesi ini, peserta dikenalkan dengan E-Learning USU sebagai platform untuk kegiatan belajar mengajar secara elektronik yang memungkinkan fleksibilitas waktu dan tempat. E-Learning USU dirancang untuk mempermudah dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran sekaligus memungkinkan pencatatan, pengawasan, dan evaluasi pembelajaran secara lebih efektif.
Pemateri kedua adalah Galih Ari Wirawan Siregar, S.Pt., M.Si., dosen Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian. Materi yang disampaikan bertema "Panduan Penggunaan E-Learning.”

Sesi ini membahas cara penyampaian materi, penilaian, pembelajaran sinkronus dan asinkronus menggunakan E-Learning. Fitur utama platform ini mencakup manajemen konten dan aktivitas mata kuliah, pembuatan tugas, kuis, dan ujian; absensi daring; pengunggahan bahan ajar; serta live streaming kuliah.
Pemateri ketiga adalah Nurul Indah Saraswati, S.I.Kom., dari Tim Kreatif dan Inovasi Universitas Sumatera Utara. Beliau menyampaikan materi bertema "Pelatihan Penggunaan Aplikasi Satu Atap untuk Mahasiswa.”

Pemateri ketiga adalah Nurul Indah Saraswati, S.I.Kom., dari Tim Kreatif dan Inovasi Universitas Sumatera Utara. Beliau menyampaikan materi bertema "Pelatihan Penggunaan Aplikasi Satu Atap untuk Mahasiswa.”
Pada sesi ini, peserta dikenalkan dengan Aplikasi Satu Atap (ASA), yaitu platform pengelolaan persuratan ke fakultas yang melibatkan berbagai pihak dalam proses pengajuan, verifikasi, hingga penyelesaian sesuai SOP yang berlaku. Saat ini, ASA menyediakan 25 jenis layanan, yaitu:
Surat Keterangan Nilai
Surat Berhak Mengikuti Ujian Skripsi
Surat Permohonan Pengambilan Ijazah
Surat Permohonan Izin Penelitian
Surat Permohonan Izin Pra Penelitian
Surat Permohonan Keterangan Alumni
Surat Permohonan Pengajuan Judul
Surat Penerbitan Karya Ilmiah/Jurnal
Undangan Ujian Skripsi/Tugas Akhir
Surat Rekomendasi Beasiswa
Surat Izin Tidak Mengikuti Perkuliahan
Akreditasi Program Studi
Undangan Seminar Proposal/Hasil Penelitian
Surat Pernyataan Aktif Kuliah Mahasiswa untuk Biaya Tanggungan Orang Tua
Surat Permohonan Kehilangan
Surat Aktif Kuliah Mahasiswa
Surat Pembimbing Skripsi/Tugas Akhir
Surat Penundaan Kegiatan Akademik (PKA)
Surat Keterlambatan Pembayaran SPP
Surat Aktif Kuliah Kembali (AKK)
Surat Bukti Penyerahan Skripsi
Surat Mengundurkan Diri
Surat Praktek Kerja Lapangan (PKL)
Surat Ujian Khusus
Surat Bukti Penyerahan Skripsi

Pelaksanaan pelatihan mendapat antusiasme dari dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian USU. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami serta memanfaatkan Aplikasi Satu Atap dan E-Learning secara optimal sebagai bagian dari transformasi layanan dan pembelajaran berbasis digital di lingkungan Fakultas Pertanian USU.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan penutupan oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Dr. Ir. Tavi Supriana, M.S., yang menyampaikan harapan agar pelatihan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta serta mendukung peningkatan kualitas layanan akademik dan administrasi di lingkungan Fakultas Pertanian USU.
Pelaksanaan pelatihan Aplikasi Satu Atap dan E-Learning ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pembelajaran berbasis teknologi dan peningkatan akses terhadap layanan pendidikan yang lebih fleksibel. Selain itu, digitalisasi layanan akademik juga sejalan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi layanan, serta SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan tata kelola layanan yang lebih efektif, transparan, dan terdokumentasi.
