Medan – Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU) kembali menyelenggarakan Sekolah Pasar Modal Level 2 pada Senin, 21 September 2026, bertempat di Laboratorium Komputer Program Studi Agribisnis FP USU. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menjadi kelanjutan dari Sekolah Pasar Modal Level 1 dengan pembelajaran yang lebih aplikatif dan berorientasi pada kemampuan analisis serta praktik investasi.

Mengusung tema “Learn to Analyze, Dare to Execute, Start Investing!”, kegiatan ini diikuti oleh peserta yang terdiri atas mahasiswa, alumni, dan masyarakat umum. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak untuk meningkatkan pemahaman mengenai pasar modal, mulai dari mengenali informasi pasar, melakukan analisis, memahami risiko, hingga mempertimbangkan keputusan investasi secara lebih terarah.

Kegiatan menghadirkan Enry Magdalena Saragih, S.E., M.M., Deputi Kepala Wilayah Sumatera Utara, Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Sumatera Utara, serta Nurul Izzati Lubis, S.E., CFP, Investment Specialist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Kantor Medan sebagai narasumber. Sementara itu, kegiatan dimoderatori oleh Futri Medwina Siregar, S.P., M.P., Dosen Program Studi Agribisnis FP USU.

Kegiatan diawali dengan sambutan Wakil Dekan III FP USU, Dr. Ir. Posma Mangasi Pintaria Marbun, M.P. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada Program Studi Agribisnis, Bursa Efek Indonesia, dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia atas kolaborasi dalam pelaksanaan Sekolah Pasar Modal Level 2.

Menurutnya, kemitraan antara perguruan tinggi dan dunia industri memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pembelajaran langsung dari akademisi maupun praktisi. Kegiatan tersebut juga dinilai relevan dengan bidang keilmuan mahasiswa Agribisnis karena dapat memperluas wawasan mengenai pengelolaan keuangan dan pasar modal.

“Kemampuan tersebut akan lebih bermanfaat apabila diiringi dengan kemampuan menilai risiko dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab,” ujar Wakil Dekan III FP USU.



Ia juga mendorong peserta untuk aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, termasuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan, baik mengenai hal-hal dasar maupun materi yang lebih kompleks.

“Pembangunan yang kuat dibangun dari selangkah demi selangkah,” tambahnya.

Memasuki sesi materi, Enry Magdalena Saragih, S.E., M.M. membawakan materi mengenai Analisis Fundamental. Peserta diperkenalkan pada pentingnya analisis fundamental sebagai pendekatan untuk memahami kondisi keuangan dan karakteristik operasional suatu perusahaan dengan tujuan memperoleh gambaran mengenai kinerja perusahaan di masa mendatang.

Dalam pemaparannya, Enry menjelaskan bahwa analisis fundamental mencakup beberapa aspek, yaitu analisis ekonomi, analisis industri, analisis perusahaan, dan analisis masa depan. Pada analisis ekonomi, peserta dikenalkan dengan sejumlah indikator yang perlu diperhatikan, seperti Produk Domestik Bruto (PDB), inflasi, suku bunga, nilai tukar, isu ekonomi, serta neraca perdagangan.

Sementara itu, dalam analisis industri, peserta diajak memahami kondisi kompetitif suatu sektor dan prospeknya di masa mendatang. Beberapa indikator yang dibahas antara lain penjualan, laba, dividen, struktur modal, regulasi, dan inovasi. Peserta juga diperkenalkan dengan konsep economic moat, yaitu kemampuan suatu perusahaan atau industri mempertahankan keunggulan kompetitifnya dalam menghadapi persaingan.



Pada tingkat perusahaan, analisis dilakukan dengan melihat berbagai aspek, termasuk laporan keuangan, produk dan pemasaran, pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, efisiensi dan efektivitas manajemen, keunggulan bersaing, hingga model bisnis perusahaan.

Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai berbagai rasio keuangan, yang meliputi rasio likuiditas, aktivitas, rentabilitas, solvabilitas, dan rasio pasar. Selain itu, dibahas pula perbedaan antara nilai buku, nilai pasar, dan nilai intrinsik saham sebagai bagian dari pemahaman dalam menilai suatu saham.

Tidak hanya berfokus pada aspek kuantitatif, analisis fundamental juga mencakup faktor kualitatif, seperti integritas manajemen, kreativitas dan inovasi, kekuatan merek, budaya perusahaan, strategi, tingkat persaingan, regulasi pemerintah, serta prospek bisnis pada masa mendatang.



Selanjutnya, Nurul Izzati Lubis, S.E., CFP memberikan materi yang lebih aplikatif melalui praktik penggunaan M-StOCK, aplikasi investasi. Melalui sesi ini, peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal proses penggunaan aplikasi investasi secara lebih dekat sekaligus menghubungkan pemahaman yang diperoleh pada sesi sebelumnya dengan praktik di lapangan.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam materi dan mengklarifikasi berbagai hal terkait analisis maupun praktik investasi.



Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan pemaparan materi yang diberikan, Program Studi Agribisnis FP USU turut menyerahkan sertifikat dan cendera mata kepada para narasumber, yaitu Enry Magdalena Saragih, S.E., M.M. dan Nurul Izzati Lubis, S.E., CFP. Pemberian apresiasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sekaligus bentuk penghargaan atas kontribusi para praktisi dalam memperkuat literasi pasar modal dan investasi bagi peserta.

Pada bagian akhir kegiatan, Ketua Program Studi S1 Agribisnis FP USU, Dr. Sri Fajar Ayu, S.P., M.M., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Sekolah Pasar Modal Level 2. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat dimanfaatkan dalam membangun literasi keuangan dan menjadi bekal dalam memahami investasi sejak dini.

Ia juga menyampaikan harapan agar kegiatan dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya melalui pembelajaran secara langsung di PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, sehingga peserta memperoleh pengalaman yang semakin dekat dengan praktik industri pasar modal.

“Sekarang sudah pada level 2 dan mungkin akan kita lanjutkan pada berikutnya di PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia secara langsung. Saya sangat berharap hari ini dapat memberikan ilmu yang bermanfaat,” ujarnya.

Melalui Sekolah Pasar Modal Level 2, Program Studi Agribisnis FP USU terus mendorong penguatan literasi keuangan mahasiswa melalui pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan praktik di dunia industri. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membekali mahasiswa agar mampu memahami informasi, mengenali risiko, dan mengambil keputusan investasi secara lebih bijak dan bertanggung jawab.

Pelaksanaan kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan literasi dan kompetensi peserta; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan pemahaman mengenai investasi dan literasi keuangan; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses terhadap pengetahuan dan edukasi keuangan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, akademisi, dan praktisi pasar modal.

Investasi Cerdas, Masa Depan Berkualitas.