Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU) melalui UKM Klinik Tanaman kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan wawasan dan kepedulian mahasiswa terhadap isu proteksi tanaman melalui penyelenggaraan Workshop Klintan 2026 yang mengusung tema “Lawan Sejak Dini: Metabolite Sekunder untuk Proteksi Tanaman.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 13 Mei 2026, di Aula Soeratman Fakultas Pertanian USU dengan diikuti peserta yang menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang acara.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Pembina UKM Klinik Tanaman, Triwanto Nababan, S.P., M.Agr., yang menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menjawab tantangan pertanian modern, khususnya terkait kesehatan dan proteksi tanaman. Selanjutnya, sambutan juga disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Marheni, M.P., selaku perwakilan dosen Fakultas Pertanian USU yang mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kapasitas mahasiswa, serta penguatan kolaborasi dalam mendukung pertanian berkelanjutan.
Workshop menghadirkan narasumber Hilda Syarfitri Darwis, S.P., M.P. dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Medan (BBPPTP), dengan dipandu oleh moderator Nursa'adah, S.ST., M.Agr. Materi yang disampaikan membahas pemanfaatan metabolit sekunder berbasis Trichoderma spp sebagai alternatif proteksi tanaman yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Topik ini dinilai relevan dengan tantangan pertanian saat ini, terutama di tengah perubahan iklim dan meningkatnya resistensi patogen tanaman.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Interaksi yang terjalin antara peserta dan narasumber menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap inovasi di bidang proteksi tanaman.
Workshop Klintan 2026 juga dihadiri oleh mahasiswa pertanian dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Utara, di antaranya Universitas Islam Sumatera Utara, Universitas Pembangunan Masyarakat Indonesia, Universitas Satya Terra Bhinneka, Universitas Prima Indonesia, Universitas Santo Thomas, serta sejumlah perguruan tinggi lainnya. Kehadiran peserta lintas kampus mencerminkan besarnya perhatian generasi muda terhadap pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, UKM Klinik Tanaman tidak hanya menghadirkan ruang pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga membangun semangat kolaborasi, pertukaran wawasan, serta memperkuat jejaring antar mahasiswa pertanian. Workshop ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong lahirnya inovasi dan kesadaran yang lebih besar terhadap pentingnya proteksi tanaman yang efektif, adaptif, dan berkelanjutan di masa depan.