Fakultas Pertanian USU telah menerima kunjungan dari Tim Hilirisasi Nasional pada Rabu, 9 April 2025, di Ruang Dekan Fakultas Pertanian USU.
Kunjungan ini dimaksudkan untuk berdiskusi dan mengumpulkan informasi terkait produk inovasi yang telah dihasilkan oleh para dosen Fakultas Pertanian USU. Hadir dalam kunjungan ini Wakil Dekan III FP USU (Prof. Dr. Ir. Elisa Julianti, M.Si), Kasubag Kerja Sama FP USU (Yustika Venawati, S.Si.), Bapak Ricky Syahputra, beserta beberapa Tim Hilirisasi Nasional.
Bapak Ricky Syahputra dari Tim Hilirisasi Nasional menanyakan apa saja permasalahan komoditas pertanian di Sumatera Utara yang berpotensi untuk dihilirkan dan difasilitasi sebagai jembatan ke pemerintah. Nantinya konsep permasalahan ini akan disampaikan ke Satuan Tugas Hilirisasi di tingkat pusat. Tim Satgas akan turun langsung untuk memberikan sosialisasi atau pelatihan sesuai dengan kebutuhan daerah—baik terkait jenis komoditas yang layak dibawa ke tingkat nasional, potensi pasarnya, dan hal-hal terkait lainnya. "Apabila Fakultas Pertanian memiliki konsep atau usulan, sangat disarankan untuk segera mengajukannya" jelas Pak Ricky.
"Fakultas Pertanian aktif terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat melalui kerja sama dengan UMKM. Salah satu program yang dikembangkan adalah hilirisasi produk teh dari bunga krisan, yang bekerja sama dengan Desa Raya di Berastagi sebagai desa binaan dalam produksi teh krisan. Program ini sudah berjalan, namun pemasarannya masih terbatas di wilayah lokal. Selain itu, Fakultas Pertanian juga mengembangkan berbagai produk pertanian lainnya seperti andaliman, umbi-umbian, kelapa, kopi Samosir, jeruk, dan porang. Kami berharap ada pihak yang dapat menjembatani kerja sama antara kami dan perusahaan-perusahaan, karena sejauh ini keterlibatan UMKM masih terbatas. Inilah salah satu tantangan yang kami hadapi" ungkap Prof. Elisa.
Kunjungan Tim Hilirisasi Nasional diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat pengembangan dan hilirisasi berbagai produk inovasi Fakultas Pertanian USU, sehingga hasil riset dan pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berhenti pada tahap pengembangan, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku UMKM. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, potensi komoditas pertanian Sumatera Utara diharapkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan serta memiliki daya saing yang lebih luas di tingkat nasional.
Upaya tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan inovasi, pengembangan produk pertanian, dan kolaborasi multipihak dalam mendorong hilirisasi hasil riset dan potensi komoditas pertanian.